Ketua BPD Mokel : Alat Pemotong Pakan Babi Diduga Disimpan Kades Untuk Kepentingan Politik

oleh
Yoseph Both, Ketua BPD Mokel. (Foto/Mulia Donan)

FLORESPOST.co, Borong– Semenjak diadakan pada tahun 2017, hingga kini keberadaan 10 unit mol, alat untuk penghancur pakan babi yang diperuntukan bagi masyarakat kelompok ternak di Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih tersimpan di rumahnya kepala desa Mokel.

Alat yang seharusnya diperuntukan bagi kelompok ternak ini, belum didistribusikan ke setiap kelompok ternak yang sudah terbentuk keberadaannya. Sehingga menuai protes dari sebagian warga desa setempat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mokel, Yoseph Bot ketika ditemui Florespost.co, dikediamannya, Selasa (15/1/2019) mengungkapkan, awal pengadaan ke sepuluh alat tersebut, dirinya selaku ketua BPD merasa senang. Menurut Yoseph kehadiran alat ini juga sangat membantu dan meringankan beban kerja masyarakat Desa Mokel. Tetapi melihat realita yang sedang terjadi, Ia meminta Kades agar segera membagikan dan mendistribusikan alat-alat ini ke masyarakat Desa Mokel.

“Jangan sampai, kesepuluh unit alat tersebut dia (kades-red) simpan ada kaitannya dengan pemilihan kepala desa tahun 2019 ini. Menjadi persoalan adalah mengapa sampai saat ini kelompok masyarakat di desa Mokel sama sekali belum memanfaatkan mesin tersebut dengan baik. Ini yang menurut saya sangat aneh dan tidak masuk akal. Saya belum mempertanyakan persoalan ini kepada kepala desa Mokel. Mengapa alat ini masih disimpan di rumahnya,” ungkap Yoseph.

Dikatakan Yoseph, kehadiran alat ini untuk kepentingan masyarakat desa Mokel. Yoseph juga berulang-ulang kali meminta agar alat tersebut jangan dipolitisasi untuk kepentingan politik periode berikutnya.

“Saya meminta agar Kepala desa Mokel segera membagikan mesin tersebut kepada kelompok tani ternak masyarakat desa Mokel. Agar alat-alat ini tidak terkesan mubazir,” kata dia.

Yoseph menambahkan, kesepuluh unit alat pemotong pakan babi itu pengadaannya menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) pemberdayaan tahun 2017. Dan itu salah satu bagian dari program PKK desa Mokel.

Ketika ditanya soal besaran dana pengadaan alat tersebut, ketua BPD tak tahu menahu anggaran ADD yang dikeluarkan oleh kepala desa untuk membeli alat tersebut.

Terpisah tokoh muda desa Mokel, Leonardus Rabat ketika dimintai keterangan dirinya menjelaskan, mubazirnya alat pemotong pakan ternak babi tersebut dapat dilihat dari tiga hal.

Pertama jelas Leonardus, adanya konsep perencanaan yang tidak matang dari kepala desa beserta aparatur desa.

Perencanaan dalam hal ini kata Dia, mencakup keberadaan kelompok tani ternak di desa Mokel, jumlah ternak babi yang sudah tersedia di kelompok, dan usulan masyarakat terutama kelompok tani ternak di desa Mokel.

“Sehingga, ketika alat ini mubazir, maka boleh dikatakan bahwa pengadaan alat ini hanya untuk memenuhi janji politik kepala desa, pada saat kepala desa melakukan kampanyenya di tahun 2014 lalu,” katanya.

Kedua tambahnya, ada dugaan buse of power atau penyalahgunaan kekuasaan kepala desa. Sebab lanjutnya, jika pengadaan alat ini merupakan usulan dari masyarakat dalam hal ini kelompok tani ternak, maka sangat tidak mungkin alat tersebut mubazir sampai hari ini.

Menurut Leonardus, asas manfaat dari alat ini menjadi tidak bermakna bagi masyarakat desa mokel.

“Ketiga, dugaan konspirasi telah terjadi di sini. Bisa jadi pengadaan alat ini hanyalah kesepakatan di bawah meja antara kepala desa, pendamping kecamatan dan PLT BPMPD Matim yang tujuannya mewujudkan misi kampanye politik kepala desa,” kata Leonardus.

Sehingga Leonardus meminta, pemerintah daerah dan penegak hukum tidak boleh menutup mata dalam melihat persoalan ini.

“Segeralah turun ke lapangan dan mengevaluasi masalah ini. Sebab keberadaan sepuluh unit alat pemotong pakan babi, sampai saat ini masih tersimpan rapih di rumah kepala desa Mokel. Hal ini sudah sangat merugikan negara,” katanya.

Pengadaan alat tersebut tambah dirinya, menggunakan Angaran Dana Desa (ADD) pemberdayaan tahun 2017. Dan ini menurutnya program yang asal jadi.
Penulis: Mulia Donan
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *