Beranda Headline Seleksi Terbuka Calon Kepala Sekolah SMA/SMK NTT: Upaya Menjaring Kepala Sekolah...

Seleksi Terbuka Calon Kepala Sekolah SMA/SMK NTT: Upaya Menjaring Kepala Sekolah Bermutu

67
0
Frumensius Hemat, S. Fil (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh: Frumensius Hemat, S.Fil*

Tulisan sederhana ini berangkat dari rasa antusias dan penghargaan yang tinggi terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur lewat Dinas Pendidikan  yang mengeluarkan surat dengan nomor: BU.420/01/Dispen/2019 tentang seleksi terbuka jabatan kepala sekolah tingkat SMA/SMK seprovinsi Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 86 sekolah tingkat SMA/SMK harus segera diisi oleh kepala sekolah yang baru untuk melanjutkan estafet pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Seleksi terbuka ini diperuntukan bagi guru PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Surat ini merupakan terobosan yang luar biasa dan patut diapresiasi setinggi-tingginya. Penulis masih ingat kata-kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Viktor B. Laiskodat pasca dilantik menjadi Gubernur. Viktor mengaku mendapat pesan khusus dari Jokowi. “Disuruh kerja yang benar,” kata Viktor seusai pelantikan dirinya di Istana Negara, Rabu (5/9/2018).(Detik.com, Rabu 05 September 2018, 15:17 WIB). Ini adalah letupan moralitas pemimpin yang berusaha untuk merancang program yang benar untuk masyarakat NTT. Meskipun tidak secara eksplisit akan merancang terobosan yang baru di dunia pendidikan, penulis yakin seleksi terbuka jabatan kepala sekolah tingkat SMA/SMK merupakan langkah ekstrim dan merubah tradisi di dunia pendidikan NTT. Terobosan ini pasti merupakan target yang mau dicapai pemerintahan daerah NTT untuk menghasilkan out put kepala sekolah yang berkompeten, bermutu dan profesional.

Dasar kuat penerbitan surat seleksi terbuka jabatan kepala sekolah ini merupakan hasil kegelisahan pemimpin akan mutu pendidikan NTT. Provinsi Nusa Tenggara Timur secara nasional belum juga beranjak dari urutan terakhir mutu pendidikannya. Selama ini, label dan stigma negatif sumber daya manusia NTT menjadi begitu kuat tertanam jika melihat ada persoalan lain di NTT yakni kemiskinan, penggangguran dan keterbelakangan. Miris memang. Tapi itulah nusa tenggara kita. Kualitas SDM masyarakat NTT dinilai belum mampu menunjukkan tanda-tanda perubahan dan peningkatan. Salah satu indikator yang mempertegas hal ini adalah rendahnya mutu pendidikan nilai ujian nasional tingkat SMA/SMK secara nasional.

Atas dasar mutu pendidikan yang kurang bermutu, NTT butuh perubahan dan revolusi di dunia pendidikan secara besar-besaran. Setiap stakeholder pendidikan memiliki seruan imperative yang sama yakni memajukan pendidikan di NTT. Pemerintah daerah, sekolah, guru dan murid, masyarakat luas harus membuka mata dan pikiran untuk melakukan terobosan dan kerja sama yang berkualitas demi kemajuan pendidikan di NTT. Seleksi terbuka jabatan kepala sekolah merupakan salah satu ide dasar, langkah awal ikhtiar memajuan dunia pendidikan.

Penulis melihat prinsip dasar yang mengatakan the right man on the right place dalam jabatan kepala sekolah adalah keharusan yang hakiki. Kepala sekolah yang benar dan berkualitas pasti bisa diandalankan dalam upaya meningkatkan pendidikan di NTT. Mengapa?

Sekedar catatan kritis ada banyak problem seputar kepala sekolah selama ini. Catatan kritis ini tidak mengurangi rasa hormat penulis pada jabatan kepala sekolah yang sedang diemban saat ini. Demi kemajuan NTT, penulis mengambil tema seleksi terbuka jabatan kepala sekolah sebagai terobosan terbaru Gubernur Laiskodat yang memiliki misi untuk berbuat benar, mengambil kebijakan yang benar dalam menyaring dan mendapatkan kepala sekolah yang berkualitas, berkompeten dan profesional. Tuntutan untuk memajukan dunia pendidikan NTT adalah masalah utama, mengakar kuat dan harus segera diatasi. Ada dampak yang sangat besar dari seleksi terbuka jabatan sekolah ini.

Pertama, menghapus stigma negatif jabatan kepala sekolah sebagai jabatan politis. Bukan hal baru di daerah kalau perhelatan Pilkada di daerah memiliki dampak besar terhadap karir dan jabatan para pendukung calon tertentu. Jika sang kepala sekolah tepat mendukung yang menang kemungkinan besar akan mengamankan jabatan kepala sekolah tersebut. Namun kegagalan calon pilihannya dalam Pilkada sangat menentukan jabatan kepala sekolah tersebut. Mekanisme balas jasa politik dalam dunia pendidikan ini tentu saja akan berefek besar dalam peningkatan mutu pendidikan. Pemilihan kepala sekolah diatur oleh pemimpin daerah tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kelayakan calon kepala sekolah. Ini balas jasa politik dalam dunia pendidikan. Hasilnya? Nusa Tenggara Timur belum beranjak dari urutan terbawah perolehan nilai Ujian Nasional.

Kedua, seleksi terbuka jabatan kepala sekolah ini bersifat ilmiah dan terbuka. Langkah awal seleksi terbuka kepala sekolah ini merupakan sebuah kebijakan yang bersentuhan langsung dengan dunia akademis yang sesungguhnya. Ada proses ilmiah di dalamnya. Menurut penulis, seleksi terbuka jabatan kepala sekolah ini merupakan usaha terbuka pemerintah daerah NTT dengan menekankan standar ilmiah jabatan kepala sekolah. Persyaratan harus menulis karya ilmiah lalu mempertanggung jawabkannya di hadapan penguji adalah salah satu contoh gebrakan yang bersifat akademis dalam menentukan kelayakan menjadi kepala sekolah. Selain itu ada ujian CAT kepala sekolah dalam menentukan integritas dan kompetensi seorang kepala sekolah. Penulis menyakini kalau proses seleksi ini dibuat secara ketat dan bukan formalitas semata, akan melahirkan kepala sekolah berkualitas, unggul dan siap memajukan dunia pendidikan di NTT. Lewat seleksi terbuka ini seorang guru, calon kepala sekolah akan mengetahui dan bisa mengukur kemampuan dan kualitas individunya jika terpilih atau tidak.

Ketiga, menekankan prinsip the right man on the right place dalam jabatan kepala sekolah. Dengan adanya prinsip orang yang tepat di tempat yang tepat (the right man on the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efisiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. Kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan. Oleh karena itu, seorang pemimpin yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya. Seorang kepala sekolah yang tepat pasti akan menerapkan segala prinsip dan aturan yang baik tentang bagaimana mengatur sekolah yang dipimpinnya. Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.

Keempat, seleksi terbuka jabatan kepala sekolah bertujuan merevitalisasi peran dan tugas kepala sekolah. Saat ini sebanyak 86 SMA/SMK/SLB membutuhkan segera seorang kepala sekolah. Kehadiran seorang kepala sekolah sangat urgen dan vital dalam sebuah sekolah. Kepala sekolah tampil sebagai seorang manajer, bisa juga tampil sebagai dirigen yang memimpin seluruh civitas akademika. Tanpa mengurangi kinerja dan letak dasar yang dibuat oleh kepala sekolah sebelumnya penulis ingin peran dan tugas kepala sekolah ini perlu direvitalisasi lewat kehadiran kepala sekolah yang baru. Artinya kepala sekolah yang baru dituntut untuk mulai merencanakan program, melaksanakan program tersebut dan mengevaluasi program tersebut. Tugas manajerial seorang kepala sekolah saat ini yang perlu diperkuat dan direvitalisasi.

Untuk itu sekedar saran penulis berkaitan dengan seleksi terbuka jabatan kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur Pemerintah. Pertama, Pemprov NTT dalam hal ini Dinas Pendidikan. Tulisan ini bermanfaat bagi pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah melakukan terobosan penting dalam dunia pendidikan di NTT. Seleksi terbuka jabatan kepala sekolah merupakan langkah yang sangat cerdas dan ilmiah untuk menjaring seorang kepala sekolah yang berkualitas. Seorang kepala sekolah bukan lagi diisi karena alasan balas jasa politik atau prinsip like or dislike tetapi berdasarkan kompetensi dan kemampuan seorang calon kepala sekolah yang teruji. Terobosan ini harus menjadi acauan baku penetapan jabatan kepala sekolah sebelumnya. Selanjutnya seleksi ini harus dilaksanakan secara ketat, terbuka dan mandiri yang dilaksanakan oleh panitia seleksi.

Kedua, Calon Kepala Sekolah atau guru yang berkompeten. Seleksi terbuka kepala sekolah ini mesti menjadi ajang pembuktian kualitas dan kompetensi diri sendiri. Apakah layak atau tidak. Prinsip the right man in the right place adalah prinsip yang menjadi refleksi untuk mempertimbangkan kepantasan diri dalam memimpin sebuah sekolah. Jika pantas memimpin semestinya diuji dalam tugas dan peran kepala sekolah itu lapangan, yakni sekolah.

Ketiga, bagi masyarakat. Seleksi terbuka kepala sekolah SMA/SMK berdampak nyata bagi masyarakat NTT. Kerja sama kepala sekolah dengan masyrakat merupakan kekuatan terbesar dalam memajukan dunia pendidikan. Kepala sekolah yang berintegritas dan memiliki visi dan misi yang jelas dan terukur akan mendapat dukungan material dan moril dari masyarakatnya.

*) Guru di SMA 6 Kota Komba, Kisol, Kabupaten Manggarai Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here