OJK Himbau Masyarakat Gunakan Produk Keuangan Dari Lembaga Yang Berijin

oleh
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Robert Sianipar. (Foto/Adi Nembok/Flores post.co.)

FLORESPOST.co, Ruteng– Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Robert Sianipar menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk keuangan hanya dari lembaga yang mempunyai ijin.

“OJK terus menggalakkan sosialisasi tentang lembaga keuangan dan produknya, agar masyarakat hanya menggunakan produk keuangan dari lembaga yang punya ijin,” kata Robert Sianipar dalam sambutannya saat meresmikan Gedung Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Selasa (15/1/2019).

Robert menegaskan, hal ini perlu dilakukan karena OJK juga berperan sebagai ketua satgas waspada investasi di daerah.

Dikatakannya, OJK bekerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk membentengi Propinsi NTT dari intervensi lembaga jasa keuangan ilegal atau investasi tidak berijin dari OJK.

Robert juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap tawaran investasi bodong yang kini marak terjadi di NTT.

“Jika masyarakat ditawari investasi keuangan, maka harus dicek dahulu, apakah lembaga keuangan tersebut memiliki ijin atau tidak. Kemudian imbalan hasil yang ditawarkan wajar atau tidak,” ungkapnya.

Robert melanjutkan, tagline yang sering digunakan oleh OJK yakni 2L. 2L tambahnya Legal dan Logis. Jika ditawari investasi harapnya, masyarakat perlu melakukan pengecekan terdahulu, apakah lembaga keuangan tersebut mengantongi ijin atau tidak, serta imbalannya yang ditawarkan juga wajar atau tidak.

“Misalnya ditawarkan 10%, kita perlu pikir bisnis apa yang dalam satu bulan bisa menghasilkan keuntungan sebesar itu,” kata Robert.

Robert juga mengatakan, sebagaimana amanat UU OJK No. 21 tahun 2011, OJK memiliki kewenangan untuk mengawasi lembaga jasa keuangan yang memberikan layanan kepada masyarakat.

“Tidak hanya perbankan. Bank sebagaimana dalam UU ada bank umum ada bank pengkreditan rakyat. Di NTT Bank umum ada 22 perusahaan termasuk Bank Mandiri. Bank pengkreditan rakyat 12 perusahaan. Selain bank, ada juga 45 perusahaan bukan bank,” jelas Robert.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang dimiliki OJK, sampai dengan posisi November 2018, jaringan kantor bank umum termasuk jaringan ATM di Kabupaten Manggarai sebanyak 93 atau terbanyak keempat di NTTsetelah Kota Kupang, Kabupaten Ende dan Belu. Untuk NTT kata Dia, Jumlah kantor bank umum termasuk jaringan ATM sebanyak 1.610 unit.

Robert mengatakan, jaringan kantor bank umum sebanyak 93 di Manggarai. Sehingga total dana yang berhasil dihimpun hingga bulan November 2018 sebesarvRp 1,7 triliun atau 6,46 persen dari total dana yang dihimpun dari seluruh bank umum di NTT.

“Dari Rp 1,7, Triliun, yang sudah disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit sebesar Rp 1,5 triliun atau 5,26% dari total kredit,” jelas Robert.

Penulis: Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *