Beranda Florata News Tinggalkan Rumah, Warga Satar Mese Bahu-Membahu Perbaiki Jalan Rusak

Tinggalkan Rumah, Warga Satar Mese Bahu-Membahu Perbaiki Jalan Rusak

17
0
Warga dari 19 Desa di Kecamatan Satar Mese dan Forkopimcam, bahu-membahu perbaiki jalan Propinsi Ruteng-Iteng. (Foto/Dok/Polisi)

FLORES POST.CO, Ruteng – Warga dari 19 Desa di Kecamatan Satar Mese,Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), bahu membahu perbaiki kerusakan jalan propinsi Ruteng-Iteng.

Perbaikan jalan ini direncanakan selama 6 hari, mulai dari tanggal 21 hingga 26 Januari 2019. Perbaikkan difokuskan pada titik-titik kerusakan yang parah, terutama di lokasi Golo Lusang hingga Golo Cala yang panjangnya mencapai 12 Kilometer.

Dengan mengandalkan skop dan linggis, warga dan Forkopimcam menggali dan menata ulang serta menutup jalan-jalan yang berlubang dengan batu dan menutupnya dengan campuran semen.
Selain perbaikkan jalan, juga dilakukan penggalian drainase sepanjang jalan tersebut.

“Giat dipimpin Camat Satar Mese Damianus Arjo, SSTP, Kapolsek Satar Mese Iptu Gabriel M. Taek serta Danramil Iteng Pelda Fernando,” kata Kasubag Humas Polres Manggarai, IPDA Daniel Djihu, Selasa (22/1/ 2019).

Untuk mempercepat proses perbaikkan kata Daniel, warga dari 19 desa bertanggung jawab atas lokasi sasaran yang telah dibagi. Masyarakat tambahnya, sangat antusias dengan kerja bakti ini.

Bahkan katanya, ada warga yang desanya berjarak puluhan kilo meter dari lokasi, membawa perlengkapan masak sendiri dan meminjam rumah penduduk sekitar lokasi untuk tempat istirahat.

“Kendaraan roda 4 dan 6 milik masyarakat juga dilibatkan untuk mengangkut para pekerja dari masing-masing desa, serta mengangkut bahan material seperti batu dan pasir secara gratis,” urai Daniel.

Daniel menambahkan, untuk kelancaran pekerjaan perbaikkan jalan, ruas jalan Ruteng-Iteng ditutup untuk sementara waktu, dan dialihkan pada ruas jalan Ruteng – Cancar – Langke Majok – Golo Cala.

Untuk diketahui, jalan propinsi Ruteng-Iteng mengalami kerusakan sangat parah terutama di kawasan hutan lindung Golongan Lusang.

Dari 37 kilometer ruas jalan tersebut, kurang lebih 15 kilometer dalam kondisi yang memprihatinkan. Ruas jalan yang menghubungkan wilayah Satar Mese ini, hingga sekarang belum diperhatikan pemerintah daerah. Akibatnya kerusakan pun semakin bertambah dari hari ke hari.

Padahal, ruas jalan ini sangat penting untuk akses barang dan jasa dari dan ke wilayah Satar Mese yang dikenal sebagai wilayah penghasil beras di Kabupaten Manggarai.
Penulis: Adi Nembok
Editor: STO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here