Cuaca Buruk, KMP Ile Ape Tertahan di Pelabuhan  Waibalun

oleh
KMP Ile Ape pada saat sedang berlabuh di Pelabuhan Feri Waibalun, Larantuka. (Foto/Stanis Florespost)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan aktivitas penyebarangan kapal Feri tujuan Larantuka – Kupang maupun sebaliknya mengalami penundaan.

Seperti Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ile Ape, memutuskan menunda penyeberangan kembali ke Kupang akibat cuaca buruk.

KMP Ile Ape tiba di Pelabuhan Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) pada, Rabu 23 Januari 2019, setelah bertolak dari pelabuhan Waijarang, Lembata.

Kondisi ini, dimanfaatkan oleh anak buah kapal (ABK) membersihkan kapal, memperbaiki fasilitas kapal lainnya.

Seperti pantauan Florespost.co, Kamis (24/1), di Pelabuhan Waibalun, tingginya gelombang dan angin kencang membuat sejumlah kapal nelayan juga tidak melaut.

Sementara itu, BMKG dalam siaran persnya, menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap hujan lebat akhir Januari 2019 (Potensi Bencana Hidrometeorologi di Beberapa Wilayah 23-30 Januari 2019).

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudra Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Melanjutkan dari imbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Penulis : Stanis
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *