Daun Kelor, Dari Gubernur NTT Hingga di Tahun Ajaran Baru Murid Sekolah Dasar

oleh

Oleh : Elisabeth Wilhelmina Jawa Tukan

***

Hari ini adalah hari-hari awal masuk sekolah, hari awal tahun yang begitu cerah, secerah wajah-wajah polos anak didikku di SDI Waibalun. Di sekolah ini, Saya mengabdikan diri sebagai seorang pengajar kurang lebih 5 tahun, menjadi bagian dari SDI waibalun yang berada di Kelurahan Lewolere, tepatnya 5 kilometer dari pusat kota Larantuka, ibukota kabupaten Flores Timur.

Menjadi pendidik, bukanlah hal yang mudah apalagi menjadi pendidik dan pengajar di era milenium seperti sekarang ini. Saya sebagai guru harus mampu menyesuaikan diri dengan anak dan lingkungan sekitar. Kadang saya pun harus bisa masuk ke dunia mereka, dunia anak yang penuh canda tawa bahagia, dunia yang penuh senyum tanpa kenal yang namanya kesusahan. Itulah dunia anak-anak.

Pagi itu tepatnya pukul 07.30 Wita, Saya bersama rekan guru masih berada di ruang guru. Yah..karena kami masih mendapat pengarahan pagi dari kepala sekolah. Banyak yang beliau sampaikan kepada kami mengenai tugas utama kami dan beberapa kegiatan terkait pengembangan muatan lokal di sekolah. Kami begitu serius mendengar segala yang disampaikan, namun ada satu hal yang benar-benar mencuri perhatianku adalah tentang tanaman sayuran yang bernama merunggai atau kelor (Moringa Oleifera) tentu tidak asing kan bagi masyarakat Flores Timur dan Lembata.

Jenis sayur dari Famili, moringaceae dan spesies M.oliefera ini yang akan kami tanam disekeliling halaman sekolah kami. Bapak kepala sekolah benar-benar ingin menjalankan misi Bapak Gubernur NTT yang menjadikan Merunggai sebagai tanaman utama di Propinsi NTT. Tanaman ini tidak asing bagi masyarakat NTT, yang dalam Bahasa Inggrisnya disebut drumstick, di Timor disebut Hau Fo, di Sumba disebut Kawano dan di Flores disebut Motong.

Elisabeth Wilhelmina Jawa Tukan

Setengah jam mendapat pengarahan dari Kepala sekolah, kami kembali ke kelas masing-masing. Di kelas 4 saya disambut hangat oleh anak didikku. Mereka begitu gembira melihat kedatanganku. Saya begitu bahagia melihat senyum para tunas muda harapan Bangsa.

Kali ini Saya menyajikan pembelajaran tema semester 2 tepatnya pada tema 6. Pada tema ini Saya mengaitkan ada 3 muatan pembelajaran yaitu IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. Materi IPA dalam pembelajaran kali ini mengenai keanekaragaman hayati dikaitkan dengan materi IPS mengenai Sumber Daya Alam dan materi Bahasa Indonesi mengenai karya fiksi dan non fiksi. Menarik bukan?

Tiga materi dikaitkan dicari benang emasnya untuk mendapatkan satu paket pembelajaran yang sangat menarik bagi anak muridku, tak lupa aku mainkan video pembelajaran yang berkaitan dengan tema pembelajaranku kali ini.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat bersama sejarah singkat tentang tanaman Merunggai:

Pohon merunggai adalah salah satu pohon yang sangat tua keberadaannya. Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa Nabi Musa juga menggunakan tanaman ini untuk memurnikan air minum yang akan diminum oleh Bangsa Israel ketika keluar dari Tanah Mesir.

wow…hebat bukan?

Ternyata tananam kebanggaan masyarakat NTT ini sudah dikenal sejak masa Perjanjian lama. Tanaman ini berasal dari kawasan pegunungan Himalaya seperti di India, Pakistan, Bangladesh dan Afganistan. Di Afrika, tanaman ini dikenal sebagai pohon ajaib (miracle tree) bahkan ada yang menyebutnya pohon kehidupan (tree of life). Sejak awal tahun 1980-an penelitian terhadap tanaman ini dimulai. Dilanjutkan lagi pada tahun 1993 Oleh Institute for Scientific Cooperation, Tubingen,1993.

Hasil penelitian para ahli ini semakin menunjukkan kebenaran anggapan masyarakat tentang keajaiban tanaman kelor, yang mampu mengobati berbagai macam penyakit. Luar biasa yah…tanaman yang kita anggap tidak berarti, tanaman yang dianggap milik kaum miskin ternyata merupakan tanaman ajaib, pohon kehidupan.

Sebelum kita membahas tentang manfaat tanaman ini, mari kita lihat bersama tentang deskripsi tanaman kelor.

Tanama kelor memiliki ketinggian kurang lebih 7-11 meter, berbatang kayu (lignosus), tegak berwarna agak putih kehijauan, berkulit tipis, permukaan kasar, cabang yang simpodial, memiliki cabang tegak atau miring, berdaun majemuk, daun berwarna hijau muda saat tanaman masih muda dan akan berdaun hijau tua ketika tanaman menua. Buah berbentuk segitiga dengan panjang 20-60 cm, buah muda berwarna hijau setelah tua berwarna coklat. Bentuk biji bulat berwarna coklat kehitaman. Tanaman ini berbuah setelah berumur 12-18 bulan, berakar tunggang,berwarna putih kecoklatan.
Tanaman ini bekembangbiak secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang), dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai pada ketinggian 1000 meter dpl.

Kita semua tentu sudah mengenal secara baik tanaman ini bukan.? Itu saya sampaikan beberapa ciri fisik tanaman marunggai. Setelah mengetahui ciri-ciri dari tanaman ini, mari kita bahas bersama mengenai manfaat tanaman marunggai. Tanaman kebanggaan masyarakat NTT yang sudah diangkat derajatnya oleh Gubernur NTT melalui program motongnisasi. Salut Pa Gubernur, kami sebagai masyarakat Flores Timur cukup berbangga dengan misi Bapak ini, karena marunggai merupakan sayur wajib bagi kami orang kampung di daratan Flores Timur.

Manfaat Tanaman Marunggai

Ada banyak manfaat tanaman ini bagi manusia dan bagi alam lingkungan hidup itu sendiri. Sebagai bagian dari makluk hidup, tentunya tanaman ini menjadi sumber daya alam yang penting bagi kita. Merunggai termasuk dalam sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sumber daya alam hayati. Disini saya sudah mengaitkan dengan muatan pelajaran IPS ketika saya membahas tentang sumber daya alam.

yah…mari kita pelajari mengenai manfaat merunggai.

Yang pertama, manfaat bagi alam lingkungan.

Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan longsor, konservasi tanah dan terasering. Ketika musim hujan,jatuhan air hujan dapat ditahan oleh sistem akar kelor dan pada musim kemarau akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. wah…ternyata tanaman kelor bisa menjadi teman baik bagi sesama tanaman yah, menyimpan air saat hujan dan ketika kemarau membaginya ke tanaman lain di sekitarnya. Hal ini dikarenakan sistem akar kelor yang cukup rapat.dengan begitu bencana longsor akan jarang terjadi.

Yang kedua, manfaat bagi manusia.

Tanaman ini bisa menyembuhkan 300 jenis penyakit. Organisasi WHO menganjurkan agar bayi dan anak-anak selalu mengkonsumsi daun kelor selama masa pertumbuhannya. Tradisi Pengobatan ayurveda India kuno menggunakan daun kelor sebagai daun berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Menurut laporan dari National Institute Of Health (NIH) pada 21 Maret 2008, dengan mengkonsumsi kelor maka keseimbangan tubuh akan terjaga, mengatasi kekurangan vitamin dan mineral, kekurangan choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B27 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium(osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah atau bercabang, gangguan pertumbuhan pada anak).

Ada pula fakta tersembunyi dari daun ajaib atau pohon kehidupan ini,antara lain:

– Meningkatkan daya tahan tubuh secara alami
– Menyediakan antioksidan
– Memelihara sistem kekebalan tubuh
– Merupakan agen anti -inflamasi(anti radang)
– Membantu menormalkan gula darah
– Memicu metabolisme
– Meningkatkan kesehatan kulit dan mengurangi keriput
– Meningkatkan pencernaan yang sehat
– Meningkatkan fungsi hati
– Meningkatkan energi
– Memelihara mata dan otak.

Ternyata marunggai mempunyai banyak manfaat bagi manusia.Cuma kita di NTT secara umum belum terlalu mengetahui tentang manfaat tanaman ajaib ini. Padahal tanaman ini tumbuh secara baik di seluruh pelosok NTT.

Di kabupaten Flores Timur, marunggai atau motong menjadi sayur wajib bagi masyarakatnya. Hampir di setiap halaman rumah penduduk dapat ditemui tanaman ini. Di kebun-kebun rakyat juga tanaman ini biasa ditanam sebagai pagar pembatas antar kebun. Secara tidak sadar para petani sudah bisa mengatasi longsor yang mungkin mengancam wilayah kebunnya, karena sifat akarnya yang bisa menahan air dan menyimpannya untuk musim kemarau. Marunggai menjadi sayur wajib di kampung saya waibalun. Tiada hari tanpa motong atau marunggai karena pengolahannya yang mudah, cukup direbus ditaruh garam sedikit jadilah sup marunggai yang lezat kaya akan zat bergizi.

Di Negara lain misalnya di India,tanaman ini dipakai sebagaiobatanemia, anxiety, asma, bronchitis, katarak, kolera, batuk, infeksi mata atau telinga, sakit kepala, radang sendi, gangguan pernapasan, kekurangan cairan sperma dan tuberculosis. Sementara di Negara kita, belum banyak yang mengetahui khasiat dari tanaman ajaib ini, yang pemanfaatannya mulai dari akar sampai bunga dan buahnya. Untuk itu, patut kita sampaikan terimakasih kepada Bapak Gubernur yang telah mencanangkan program motongnisasi, dengan demikian marunggai akan semakin dikenal di Indonesia.

Marunggai sudah diolah menjadi makanan, minuman, obat, sabun, saus, teh, tepung bumbu. Dengan adanya pengolahan marunggai seperti ini tentunya akan dapat membantu perekonomian masyarakat NTT. Kita harus segera membaca peluang ini dengan menyediakan lahan untuk ditanami tanaman marunggai. Beberapa waktu yang lalu ada utusan dari Spanyol yang datang ke NTT untuk melihat secara langsung tanaman kelor di daratan Timor. Mereka berniat untuk membeli dalam jumlah yang banyak, tentunya seluruh warga NTT menginginkan hal serupa, menyediakan lahan untuk pengembangan budi daya kelor atau marunggai yang tentunya bisa dijadikan sumber pendapatan bagi petani jika sudah bisa dipasarkan sampai ke luar negeri, seperti ke Spanyol, Jerman, Amerika dan Prancis.

Bagaimana dengan daerah lain di Propinsi NTT.?
Kita tunggu saja seperti apa usaha Pemerintah dalam program motongnisasi ini. Menurut penelitian dari Fuglie, jika dihitung pergramnya daun marunggai mengandung 7 kali vitamin C dalam jeruk ,4 kali kalsium dalam susu, 4 kali vitamin A dalam wortel, 2 kali Protein dalam susu dan 3 kali kalium dalam pisang.

Ketiga, selain berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit, ternyata tanaman ini dianggap sebagai pohon sakti. Daun kelor diyakini oleh sebagian masyarakat Indonesia memiliki kekuatan mengusir roh jahat atau makluk halus. Meski di jaman modern seperti sekarang ini, masyarakat kita masih percaya akan kesaktian daun kelor yang bisa melindungi diri mereka dari kekuatan roh jahat.

Diakhir penjelasan tentang khasiat tanaman marunggai, Saya mengajak anak murid saya untuk menulis puisi tentang tanaman ajaib ini. Dalam puisi ini anak-anak bisa melukiskan dengan kata-kata indah tentang si pohon kehidupan ini. Anak akan mengurai tentang struktur tanaman dan manfaat tanaman ini dalam kata-kata yang puitis.

Demikianlah akan terwujud pembelajaran yang menyenangkan dan efektif tentunya saya juga menampilkan video pembelajaran yang menarik yang berhubungan dengan materi yang saya ajarkan, Saya mau menyampaikan pesan kepada pemerintah mengenai program motongnisasi, semoga bukan hanya diatas kertas atau hanya mau membuat sensasi, semoga dilaksanakan sebaik-baiknya demi peningkatan perekonomian masyarakat NTT yang Kita cintai ini. Mari kita menanti kelanjutan Program Motongnisasi ini di Tanah Flobamora…Semoga…***

*) Penulis adalah seorang tenaga pendidik di SD Waibalun, Larantuka.

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *