Jalan Putus, Jenazah di Manggarai Ini Digotong Pakai Sarung

oleh
Aparat TNI bersama warga sedang menggotong Jenazah. (Foto/Yuga Florespost)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Sejumlah Warga dan personil TNI 1612 Manggarai, membantu sebuah keluarga menyeberangkan jenazah melalui jalan alternatif di Desa Bajak, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Kamis (24/1/2019).

jenazah ini terpaksa digotong menggunakan sarung akibat jalan penghubung antara Ruteng – Reo putus diterjang banjir. Banjir mengikis badan jalan hingga akses penghubung pada ruas jalan tersebut lumpuh total. jenazah ini akan dibawa dan dimakamkan di Reo Kecamatan Reok.

Sebelumnya, Ambulance dari Ruteng yang membawa jenazah tersebut terpaksa berhenti di tengah jalan, akibat badan jalan dilokasi itu putus diterjang banjir.

Keluarga dengan dibantu warga dan personil Kodim 1612 Manggarai terpaksa menggotong jenazah tersebut menggunakan sarung melalui jalan alternatif yang telah dibuat.

Tampak sebuah mobil Carry yang akan menjemput jenazah pemuda 26 tahun asal Reo itu sudah menunggu seberang jalan.

Salah seorang keluarga kepada Florespost.co menjelaskan, almarhumah meninggal di RSUD Ben Boi Ruteng pada, Kamis (24/1) pagi . Jasad keluarganya ini kata Dia, kemudian dibawa ke Reo pada siang harinya .

“Ya, sedih juga kita punya adik (almarhum-red) harus digotong lewat jalan alternatif. Tapi mau bagaimana lagi, ini kondisi bencana, kami keluarga sangat memahami,” ujar salah seorang keluarga duka.

Disaksikan media ini, kendaraan serta masyarakat yang sedang bekerja dilokasi, memberikan jalan kepada ambulance yang datang dari arah Ruteng mendekati jembatan yang putus. Setelah mendekat, warga ramai-ramai menggotong peti jenazah untuk diseberangkan.

Para pengusung peti jenazah pun harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan alternatif yang dilalui pun sangat licin, apalagi belum selesai dikerjakan. Aparat keamanan bersama warga tampak memberikan komando dan instruksi saat membantu proses penyeberangan jenazah tersebut.

Hujan lebat yang melanda Kabupaten Manggarai pada malam tanggal 22 hingga 23 januari 2019, menyebabkan banjir di bebrapa wilayah tersebut. Akibatnya, jalan penghubung Ruteng – Reo bagian Timur putus.

Akibat putusnya jalan penghubung ini, transporatasi dari dan ke Ruteng-Reo pun lumpuh. Bahkan mobil tangki pengangkut BBM tak bisa beroperasi sehingga pasokan BBM untuk 3 kabupaten terhambat.

Turut berada di lokasi, Bupati dan wakil bupati Manggarai, Dandim 1612 Manggarai. Bupati dan Dandim tampak memberikan sejumlah uang duka kepada keluarga almarhum.

Penulis : Yuga
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *