Kasus Penculikan Anak di Ruteng Ternyata Hoax. Ini Kronologinya

oleh
Foto Ilustrasi

FLORESPOST.CO, Ruteng – Warga Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, dihebohkan dengan beredarnya informasi tentang kasus penculikan anak di Kampung Pau, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kamis (24/1/2019).

Anak yang diinformasikan diculik tersebut berinisial SBJ (8), siswa kelas 2 di SDK Ruteng II Kecamatan Langke Rembong.

AFH, ibu kandung SBJ menuturkan, pada Kamis (24/1/2018) sekitar pukul 08.00 Wita, dirinya mengantar SBJ ke sekolahnya. Selang 15 menit kemudian atau pukul 08.15 Wita, seseorang yang mengaku Kepala SDK Ruteng II, menelpon dan memberitahukan kepada dirinya (AFH), bahwa anaknya SBJ mengalami kecelakaan dan dalam kondisi kritis dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Orang yang mengaku Kepsek tersebut kemudian meminta uang perawatan senilai Rp 3,5 juta kepada AFH dan diminta untuk ditransfer melalui ATM Bri dengan Norek 204201009356539 atas nama Jum Herlina.

Setelah menerima telepon dari orang yang mengaku Kepsek SDK Ruteng II, AFH kemudian mengecek anaknya di sekolah dan rumah sakit dr.Ben Mboy. AFH tidak menemukan anakya di dua tempat ini.

Sekitar pukul 08.30 Wita, keluarga dan warga sekitar kemudian mencari SBJ. Setengah jam kemudian atau pukul 09.00 Wita, keluarga dan warga menemukan SBJ sedang bermain di Taman Kota Ruteng dengan temannya. SBJ kini sudah berkumpul kembali dengan keluarganya.

Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas Ipda Daniel Djihu, membenarkan informasi tentang penculikan anak tersebut.

“Pagi ini kita mendapat laporan penculikan anak dan minta tebusan. Setelah kita lidik, ternyata anak tersebut sedang bermain di taman kota dan hasil cek pos no hp yang menghubungi ada di Makasar,” jelas Daniel.

Daniel mengaku, sebelum korban ditemukan, masyarakat hampir mengamuk dan nyaris merusak sekolah. Namun kata dia, situasi berhasil dikendalikan.

Daniel mengaku kalau itu hanya modus atau tren baru penipuan via telepon. Masyarakat juga diminta untuk tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya.

Penulis : Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *