Borong Urutan Pertama Kasus DBD di Manggarai Timur

oleh
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas kesehatan Manggarai Timur, Regina Malon. (Foto/Dokpri)

FLORESPOST.CO, Borong – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat Kecamatan Borong, masuk urutan pertama dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Kabupaten Matim.

Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019, Kabupaten Manggarai Timur mengalami peningkatan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Data yang diperoleh FLORESPOST.CO, melalui Dinas Kesehatan Matim, hingga hari ini Sabtu (26/1/2019), terdata sebanyak 32 penderita dan kecamatan Borong berada pada urutan pertama banyaknya penderita penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas kesehatan Manggarai Timur, Regina Malon kepada FLORESPOST.CO, mengatakan, di Manggarai Timur, selain Kecamatan Borong urutan teratas dengan kasus DBD, ada dua kecamatan lainnya juga yang berada dibawah posisi terbanyak. Dua kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Kota Komba dengan 5 kasus dan Rana Mese 3 kasus.

Berikut rincian data peningkatan kasus DBD di Kabupaten Manggarai Timur, seperti yang di sampaikan oleh Kabid P3 Regina Malon.

Sejak tanggal, 1 Januari sampai dengan Sabtu (26/1), Kabupaten Manggarai Timur terjadi peningkatan kasus Penyakit Demam Berdarah ( DBD) sebanyak 32 penderita DBD, yang tersebar di 3 Kecamatan antara lain ;

I. Kecamatan Borong sebanyak 24 kasus penderita DBD yang tersebar di 9 Kelurahan / Desa yaitu:

1. Satar Peot : 8 Kasus
2. Bangka Kantar : 4 kasus
3. Golo Kantar : 3 kasus
4. Nanga Labang : 3 kasus
5. Gurung Liwut : 2 kasus
6. Compang Ndejing : 1 kss
7. Kota Ndora : 1 kasus
8. Rana Loba: 1 kasus
9 Balus Permai : 1 kasus

II. Kecamatan Kota Komba sebanyak 5 kasus.
III. Kecamagan Rana Mese sebanyak 3 kasus.

Terkait dengan adanya peningkatan kasus DBD, Regina menambahkan, Dinas Kesehatan Manggarai Timur bersama Puskesmas, telah melakukan fogging fokus pada tempat-tempat penderita yang positif DBD, yaitu di 32 titik lokasi penderita DBD.

“Semua lokasi sudah dilakukan fogging secara gratis. Berhubung fogging atau pengasapan ini hanya untuk membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh sumber jentik Demam Berdarah (DB), maka kami menghimbau kepada masyarakat harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup tempat penampung air, menguras bak penampung dan memanfaatkan kembali barang bekas, melakukan pemantauan jentik dengan memberkan abatesasi,” katanya.

Dirinya meminta kepada masyarakat, agar selalu menggunakan kelambu pada saat tidur. Ia juga menghimbau jika ditemukan gejala-gejala seperti, gejala demam atau panas, pusing, mual, munta, nyeri ulu hati dan gusi berdarah, segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk nendapatkan pengobatan dan penanganan lebih lanjut.
Penulis : Acong Harson
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *