Kabupaten Manggarai Uji Coba Penerapan 5 Hari Kerja

oleh
Deklarasi Lima Hari Kerja. Foto Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai.

FLORESPOST.CO, Ruteng – Pemerintah Kabupaten Manggarai, mulai uji coba penerapan 5 (lima) hari kerja. 5 hari kerja ini diberlakukan untuk seluruh pegawai di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Manggarai.

Penerapan uji coba lima hari kerja ini, ditandai dengan pembacaan deklarasi bersama seluruh pegawai, saat apel di halaman Kantor Bupati Manggarai, Jumat (1/2/2019).

Dalam deklarasi tersebut, ada beberapa point yang disepakati bersama yakni, para pegawai siap menjalan tugas selama lima hari kerja dari Senin sampai Jumat dalam sepekan, siap menjalankan tugas dari pukul 07.30 sampai pukul 15.00 wita.

Para pegawai siap meningkatkan disiplin diri, untuk peningkatan produktivitas, efisiensi dan efektivitas kerja, siap untuk tidak menuntut uang makan siang, siap menjalankan tugas kembali selama enam hari dalam satu pekan, dan jika hasil evaluasi menunjukkan tidak disiplin, produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja menurun.

Bupati Manggarai Deno Kamelus, dalam sambutanya mengatakan, peraturan lima hari kerja dibuat berdasarkan sejumlah pertimbangan dan kesepakatan bersama para ASN serta merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 68 tahun 1995 tentang Hari Kerja di Lingkungan Lembaga Pemerintah.

“Dalam Perpres itu jam dimulai pukul 07.30 sampai jam empat sore. Tetapi di sana sudah termasuk istirahat satu jam. Tapi kita sepakati tidak memilih itu. Kita sepakat dengan yang lain yakni mulai jam 07.30 sampai jam tiga sore, tanpa jam istirahat. Dilihat dari jumlah jam kerja satu minggu, jumlahnya sama. Kita memilih yang padat,” jelas Bupati Deno.

Bupati meyakini, berbagai poin kesepakatan yang termuat dalam naskah deklarasi pasti dapat dijalankan dengan baik. Selain itu pemadatan jam kerja diharapkan tidak mengurangi efisiensi dan efektivitas kerja.

“Oleh karena itu selama enam bulan ke depan kita akan evaluasi. Evaluasi berkaitan dengan produktivitas, efisiensi dan efektivitas,” kata Bupati Deno.

Hal-hal yang akan dievaluasi, menurut Bupati Deni, seperti jurnal kerja dan daftar hadir dari ASN pada masing-masing instansi.

“Evaluasi keseluruhan pelaksanaan uji coba ini akan dilakukan pada bulan Agustus 2019 sedangkan evaluasi bulanan tetap dilaksanakan,” tambah Bupati Deno.

Penulis Adi Nembok
Editor: STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *