Ini Jam-jam Nyamuk Demam Berdarah Mencari Mangsa

oleh
Nyamuk DBD. Foto Istimewa

FLORESPOST.CO, Ruteng – Selama dua bulan terakhir, terhitung Januari hingga 4 Februari 2019, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 59 orang.

Meski tidak ada korban meninggal dalam kurun waktu tersebut, namun penyebaran penyakit melalui gigitan nyamuk aedes aegypti perlu di cegah, terutama membasmi jentik-jentik nyamuknya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng, Rabu (6/2/2019) mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Mencegah penyebaran penyakit ini,kata dia, bisa dilakukan dengan cara 3M yakni Menutup, Menguras dan Mengubur.

Menutup artinya, tutup semua tempat yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah. Sebab, nyamuk demam berdarah biasanya bertelur pada tempat-tempat penampungan air itu.

M yang kedua artinya menguras. Kuraslah tempat-tempat penampungan seperti bak mandi dan lain sebagainya paling kurang dua kali seminggu. Dengan mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, bisa memutus siklus hidup nyamuk.

Ketiga, mengubur semua benda-benda yang bisa menampung air seperti kaleng bekas atau wadah plastik.

Selain itu, Weng juga menyebut waktu-waktu yang perlu diwaspadai terkait dengan gigitan nyamuk demam berdarah ini. Nyamuk ini biasa mencari makan pada pagi dan sore hari, yaitu pukul 09.00 wita hingga pukul 15.00 wita.

“Saya punya pengalaman, ada satu keluarga yang membeli banyak sekali obat nyamuk bakar. Mereka membakar banyak sekali obat nyamuk itu pada malam hari. Ketika saya tanya, untuk apa kamu bakar banyak-banyak obat nyamuk ini, mereka jawab untuk mengusir dan membunuh nyamuk demam berdarah. Saya bilang ke mereka kalau itu salah, sebab nyamuk demam berdarah biasanya keluar cari makan saat pagi hingga sore hari. Baru mereka mengerti,” kenang Weng.
Penulis : Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *