Kasus DBD di Satar Mese Tergolong Unik dan Aneh. Ini Alasannya

oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng, M.Kes. (Foto/Adi Nembok/Florespost)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hingga 4 Februari 2019 sebanyak 59 kasus.

Rata-rata penderita DBD adalah orang-orang yang pernah ke daerah yang endemik DBD. Namun kasus DBD di wilayah Puskesmas Wae Mese dan Puskesmas Narang, Kecamatan Satar Mese, tergolong menarik dan unik.

Pasalnya, ada pasien yang dicurigai DBD, tetapi pasien yang bersangkutan tidak pernah ke daerah yang endemik DBD.

“Kita dapat data dari rumah sakit. Ada yang aneh kami lihat. Bahwa ada kasus di wilayah kerja Puskesmas Wae Mese dan Puskesmas Narang, ada pasien yang dicurigai DBD, tapi pasien itu tidak ke mana-mana. Yang terkena DBD juga tidak bertambah hanya pasien itu saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng, M.Kes, kepada wartawan, Rabu (6/2/2019).

Dikatakannya, dilihat dari data, pasien DBD di Manggarai rata-rata orang yang datang dari daerah yang endemik DBD.

Secara teori, kata dr. Weng, nyamuk aedes aegypti (nyamuk pembawa virus dengeu penyebab demam berdarah) tidak bisa berkembang di daerah yang dingin dan pengungan seperti Ruteng maupun di Wae Mese dan Narang.

“Tetapi dengan adanya pasien di Wae Mese dan Barang ini, kami pun berpikir jangan-jangan ada nyamuk Aedes aegypti di sana,” kata dr. Weng.

Untuk memastikan itu, kata dia, pihaknya memerintahkan setiap puskesmas untuk mengidentifikasi setiap jentik nyamuk yang ada di wilayah masing-masing.

“Gampang ceknya, lihat saja di tempat-tempat genangan air. Teorinya, nyamuk ini senang bertelur di air-air yang jernih dan bertelur di dinding-dinding tembok. Kalau ada jentik nyamuk yang posisinya tegak lurus berarti bisa dicurigai itu jentik nyamuk DBD. Kalau nyamuk biasa posisi jentik melintang,” katanya.

Menurut dia, untuk mencegah berkembangya jentik nyamuk pihaknya telah membagikan obat pembasmi jentik nyamuk yakni ABATE. Sedangkan penyemprotan atau fogging belum dilakukan karena belum ditemukan nyamuk penyebab DBD.

Penulis: Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *