Beranda Headline Puisi-Puisi Gerard Bibang*: Imaji, Diam dan Lain-Lain

Puisi-Puisi Gerard Bibang*: Imaji, Diam dan Lain-Lain

331 views
0
Ilustrasi (foto: istimewa)

IMAJI

jarak antara diriku dan dirimu adalah jarak antara kenyataan dan bayang2an

antara imaji dan senyata2nya ada

yang mungkin saja tidak ada beda antara keduanya

semakin jauh membayang2kan tapi semakin dekat saja rasanya

semakin samar-samar tapi malah semakin nyata

imaji, imaji

nyanyian sunyi seorang diri

DIAM

ada rasa yang tersembunyi namun nyata

menjarak dalam perjalanan doa

yang hanya diukur dengan mengendus kebenaran

tentang cinta yang sudah dimulai namun tidak akan berakhir

yang setiap kali menengadah ke langit, kosong dan sepi

mungkin alam menjawab dengan diam

dan dengan begitu kini ia sedang menguji cinta kita

atau mungkin sedang bersenandung tentang dua insan yang diam-diam mencintai

yang tidak usah ramai-ramai seperti klakson mobil yang kepanasan di bawah terik mentari

RINDU

rindu masih ada

rindu yang sama sedang menjarak

tapi kian mendekat setelah kita saling menemukan kebenaran dan saling memaafkan

tengok ke sekeliling terlihat semesta berputar mengiringi siapa dan untuk apa, entahlah!

tapi galaksi dan bumi saling menyinari meski dalam jarak tak terukur oleh segala ilmu

yang akhirnya hanya dikatakan bahwa antara kita ada rindu

TERJADI

yang terjadi adalah kau mungkin tak mengenali aku lagi

tapi merasa mengenal betul atas cara bagaimana aku menulis puisi

yang tak pernah bosan kau baca meski tak kau mengerti seluruh maknanya

puisi itu kutulis untukmu

dan kau tahu betul itu

apa yang terjadi

itulah yang benar-benar terjadi

HURUF

di antara huruf-huruf sebuah sajak terdapat aku yang sedang letih mencari apa yang belum kutemukan dalam dirimu dan dalam diriku

huruf-huruf ini seperti tidak mengenali lagi narasi2 kita di suatu waktu di masa lalu

huruf-huruf ini sering membuatku berang dan mengumpat: ah huruf, dasar kau asu!

eh, belum apa-apa segera bertobat dan memohon ampun kepada lima samudera

akhirnya membathin lagi bahwa esensinya setiap makhluk ialah mencari dan menemukan tanpa harus memburu-buru kapan ada hasilnya

panggilan kemakhlukan ialah berikhtiar

sisanya adalah Yang Maha Kuasa yang melengkapi dan menyudahinya

*** (gnb:minggu:24.2.2019)

*) Penyair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here