Status Kepemilikan Ruas Jalan Ruteng-Iteng Tak Jelas

oleh
Deno Kamelus, Bupati Manggarai. (Foto/Adi Nembok / Florespost)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Ruas jalan Ruteng-Iteng kini tidak memiliki status kepemilikan yang jelas. Pemerintah Propinsi NTT, yang dulunya sebagai pemilik aset telah melepasnya.

Sementara Pemerintah Kabupaten Manggarai belum berani mengambil sikap, lantaran tak mau berurusan dengan hukum.

“Surat Keputusan Gubernur lama yang keluar sekitar awal tahun 2017, jalan Ruteng-Iteng masih ruas jalan propinsi. Masuk akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018, keluar lagi SK Gubernur yang tidak menyebut lagi Ruteng-Iteng sebagaj jalan propinsi dan merubahnya menjadi Simpang Cumbi-Golo Cala-Iteng,” jelas Bupati Manggarai, Deno Kamelus kepada wartawan usai Sidang I (Satu) DPRD Manggarai,Senin 25 Pebruari 2019 di gedung dewan.

Selain merubah jalan propinsi Ruteng-Iteng, lanjut Bupati Deno, dalam SK Gubernur yang diterbitkan akhir tahun 2017 tersebut ruas jalan propinsi lainnya di Manggarai yaitu Simpang Hita-Kendindi dan Reo-Pota.

“Ini sudah saya surati gubernur agar nomenklatur Reo-Pota ditinjau kembali, karena ruas jalan ini bukan masuk wilayah manggarai. Paling Manggarainya dari Gereja sampai jembatan panjangnya hanya 10 meter saja, selebihnya masuk wilayah Manggarai Timur. Begitu juga Simpang Hita-Kedindi supaya ruasnya lebih rinci,” urai Bupati Deno.

Soal ruas jalan Ruteng-Iteng yang kini tak berpemilik, Bupati Deno berencana akan mengubah statusnya menjadi jalan kabupaten. Namun perubahan status tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan BPK.

“Kalau saya langsung rubah jadi jalan kabupaten nanti jadi sandungan lagi bagi kami soal pencatatan aset. Karena itu kami akan rubah setelah ada pemeriksaan BPK,” kata Bupati.

Penulis : Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *