POM Manggarai Barat Gelar Workshop  Penyebaran Informasi Obat dan Makanan

oleh
Kepala POM Manggarai Barat, Martin Sembiring memberikan materi Workshop dalam rangka penyebaran informasi obat dan makanan di Aula Hotel Ranaka. (Foto/Adi Nembok)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menggelar workshop dalam rangka Penyebaran Informasi Obat dan Makanan, Rabu (27/2/2019) di aula Hotel Ranaka Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah OPD terkait, guru-guru dari sejumalah sekolah, pemilik apotik dan pelaku usaha ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Dalam materinya, dr. Weng mengatakan, program pengawasan obat dan makanan yang dilakukan Dinkes meliputi peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya, pengawasan jajanan anak sekolah dan pemeriksaan dan pengawasan TPM/IRTP.

Dijelaskannya, tehnik pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya meliputi kegiatan pengawasan penjualan obat, obat tradisional, kosmetik, makanan dan minuman yang tidak memiliki izin edar.

Pengawasan dan pembinaan terhadap penjualan obat keras dan obat bebas terbatas yang bukan merupakan keahlian dan kewenangan. Lalu pengawasan penjualan obat,obat tradisional, kosmetik, makanan dan minuman yang kadaluarsa.

Sementara untuk pengawasan jajanan anak sekolah lanjut dr. Weng, bertujuan agar terjaminya kesehatan anak sekolah yang mengkonsumsi jajanan anak sekolah.

Sedangkan pemeriksaan dan pengawasan TPM/IRTP kaya dia, bertujuan terjaminya kualitas makanan dan minuman yang bermutu.

dr.Weng berharap agar masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas agar terhindar dari obat dan makanan yang membahayakan kesehatan dan selalu waspada.

“Pengawasan obat dan makanan adalah tanggung jawab bersama,baik pemerintah,penegak hukum,pelaku usaha dan masyarakat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” harap dr. Weng.

Sementara itu Kepala POM Manggarai Barat, Martin Sembiring dalam materinya mengatakan, pangan yang aman harus bebas dari bahaya kimia, bahaya biologis dan bahaya fisik.

Aman dari bahaya kimia jelasnya, yakni tidak terlalu kenyal, keras atau gosong, tidak berasa pahit atau getir, tidak berwarna mencolok, tidak dibungkus dengan kertas koran bekas, tidak menggunakan bahan tambahan pangan berlebihan, tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks, tempat bersih, terlindung dari matahari, debu dan asap.

Sedangkan aman dari bahaya biologis, kata Martin, seperti bersih tidak basih, kemasan tidak rusak, penjual bersih dan sehat serta tempat harus bersih.

Sementara aman dari bahaya fisik meliputi, tidak terlihat adanya benda asing seperti rambut,serpihan kayu, kerikil dan benda-benda asing lainnya, tidak dibungkus dengan pembungkus yang distaples.

Martin juga berharap agar masyarakat bisa menjadi konsumen cerdas dengan cara teliti sebelum membeli (senantiasa perhatikan label) serta membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Penulis : Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *