Waspadai Kemasan Makanan yang Berbahaya Bagi Kesehatan

oleh
Kepala POM Manggarai  Barat,Martin Sembiring. (Foto:Adi Nembok/Florespost.co).

FLORESPOST.CO, Ruteng – Demi menjaga kesehatan, sebaiknya konsumen mewaspadai dan lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang sudah dikemas. Konsumen harus tahu jenis makanan yang dikemas beserta efek negatifnya bagi tubuh.

Demikian disampaikan Kepala POM Manggarai Barat, NTT, Drs. Martin Sembiring, Apt. M.Si, saat workshop dalam rangka penyebaran informasi obat dan makanan, Rabu (27/2)2019) di Aula Hotel Ranaka Ruteng.

Martin Sembiring menyebut, ada beberapa kemasan makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Diantaranya jelas Dia, Kemasan dalam Plastik.

Ia menghimbau agar masyarakat harus berhati-hati saat membeli makanan yang kemasannya disteples. Jika konsumen tidak hati-hati maka kata dia, anak steples bisa tertelan bersama makanan.

“Ada kasus, anak steples nyangkut ditengnggorokan seorang anak kecil, sehingga harus dioperasi untuk mengeluarkannya,” kata Martin.

Selanjutnya jelasnya, kemasan dalam kaleng.
Martin Sembiring mengimbau agar masyarakat jangan sekali-kali membeli makanan, minuman dan buah-buahan dalam bentuk kemasan kaleng yang kondisi kalengnya sudah mengembung.

Karena menurut Dia, kemasan maupun makanan, minuman dan buah-buahan tersebut sudah tercemar.

“Dia mengembung itu, karena sudah mengeluarkan gas. Semua mikroba yang menimbulkan penyakit mengeluarkan gas. Jadi jangan sekali-kali membeli walaupun belum kadaluarsa,” kata Martin.

Dirinya juga menyarankan agar masyarakat tidak membeli makanan yang sangat kenyal, seperti bakso yang bisa dimainkan seperti bola. Sebab tambahnya, patut dicurigai sudah mengandung borax.

Kemasan makanan yang berbahaya bagi kesehatan selanjutnya jelas Martin adalah kemasan dari kertas.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak membeli makanan seperti gorengan yang dibungkus kertas bekas koran. Menurutnya tinta merupakan bahan kimia yang mengandung logam berat yang namanya timah hitam atau timbal.

“Berbahaya sekali kalau masuk ke dalan tubuh kita, karena dapat merusak organ-organ vital,” tegasnya.

Penulis : Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *