Beranda Headline DBD Mengancam!

DBD Mengancam!

541 views
0
Nyamuk Aedes Aegepty (Foto: Istimewa/kupang.tribunnews.com)

Oleh dr. Ketut Aditya Rahardja*

Jumlah pasien dengan DBD (Demam berdarah dengue) di Kabupaten Ngada semakin meningkat. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, dalam 50 hari (sejak awal Januari 2019 hingga 21 Februari 2019 kemarin) jumlah pasien DBD telah mencapai 129 orang dan 2 diantaranya meninggal dunia.

Hal ini menjadi perhatian lebih bagi masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Untuk mengurangi angka kejadian dan kematian akibat DBD, mari kenali gejala awal demam berdarah dengue dan ketahui bagaimana cara penularan serta tindakan pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan Anda.

Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang kita kenal dengan Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari.

Nyamuk ini memiliki habitat di lingkungan perumahan yang memiliki banyak genangan atau penampungan air bersih entah itu dalam bak mandi, ember, vas bunga, kaleng bekas, bahkan bagian dalam ban mobil yang tak terpakai. Nyamuk ini juga menyukai daerah yang gelap dan lembap. Bila anda memiliki kebiasaan menggantung pakaian di belakang pintu, anda perlu waspada sebab pakaian yang digantung ini dapat menjadi tempat hinggap oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Gejala atau tanda yang terdapat pada orang yang terkena DBD pun beragam, yaitu demam, nyeri otot, nyeri sendi, kepala pusing, nyeri bagian belakang mata yang sering disertai dengan perdarahan dari hidung (mimisan), perdarahan gusi, bercak-bercak kemerahan pada kulit, BAK berdarah, hingga BAB berdarah.

Pada umumnya, orang yang terkena DBD mengalami fase demam 2-7 hari, yang diikuti oleh fase kritis selama 2-3 hari. Pada fase kritis tersebut, biasanya demam cenderung turun bahkan sampai tidak demam. Hal ini yang sering menyebabkan orang tersebut atau orang tua anak yang terkena DBD merasa bahwa dirinya atau anaknya telah sembuh dari demam yang dia derita beberapa hari lalu, padahal justru inilah saat-saat kritis dari orang yang terkena DBD.

Bila anda atau anak anda sudah mengalami demam selama 3 hari dengan gejala atau keluhan seperti yang dimaksud diatas, alangkah baiknya bila anda memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (puskesmas atau rumah sakit) terdekat di sekitar anda. Hal ini dapat mencegah keterlambatan penanganan dan pengobatan mengingat hari ke-3 biasanya merupakan hari dimana fase kritis DBD mulai terjadi.

Jangan lupa, DBD dapat dicegah sebelum terjadi. Anda pasti pernah mendengar Gerakan 3M Plus, Gerakan 3M Plus ini dimulai dengan: 1. Menguras, yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lain-lain sebanyak satu-dua kali dalam seminggu. 2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat penampungan air. 3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti (dulunya adalah mengubur, namun ini sudah tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan polusi tanah).

Adapun plus-plus yang lain selain 3M tadi adalah menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Sekali lagi, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Angka kejadian DBD dapat diturunkan bila kita memerhatikan rumah dan lingkungan kita sendiri, ini bukan hanya merupakan tugas dari tenaga kesehatan namun merupakan tugas kita bersama. Kematian akibat DBD juga bisa dapat dicegah bila anda memeriksakan diri pada hari ke-3 demam bila mengalami gejala seperti di atas.

Dengan menjaga kebersihan dan melakukan Gerakan 3M Plus, anda sudah menyelamatkan diri anda, keluarga, serta masyarakat di sekitar lingkungan anda. Ingatlah bahwa kebersihan merupakan pangkal dari kesehatan.

There are people dying, if you care enough for the living, make it a better place for you and for me.

*) Dokter bekerja di Puskesmas Lindi, Kec. Riung Barat, Kab. Ngada, Flores, NTT

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here