Ini Jawaban Pemerintah Soal Keluhan Listrik Warga Dusun Teni

oleh
Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur. (Foto/Adi/FP)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menanggapi serius keluhan warga RT 01/02, Dusun Teni, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, terkait kebutuhan listrik yang belum dipenuhi pemerintah.

Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur mengatakan pemerintah akan segera berkoordinasi dengan pihak PLN. Tidak hanya itu, Wabup juga menegaskan akan memanggil pihak PLN guna mendapat penjelasan terkait masalah ini.

“Kami akan koordinasi dulu dengan PLN. Mungkin sebentar saya coba panggil,” jelas Wabup Victor, Selasa (5/3/2019) usai mengikuti sidang paripurna di gedung DPRD Manggarai.

Wabup Victor juga tidak bisa memastikan kapan warga bisa menikmati listrik.

Sementara anggota DPRD Manggarai dari PAN, Matias Masir menjelaskan, berdasarkan penjelasan Bupati Manggarai, perluasan jaringan listrik tahun 2017 lalu menemui kendala terkait keberatan warga yang tidak merelakan pohonnya di tebang.

Anggota DPRD Manggarai dari PAN, Matias Masir. (Foto/Adi/FP)

Persoalan ini, kata Matias, berujung pada tertundanya seluruh proyek listrik pada tahun 2017. Bahkan proyek listrik pada tahun 2017 berakhir kerjanya pada tahun 2018.

“Menurut pihak PLN, kegiatan ini dipending karena ada masalah. Ini penjelasan PLN bukan kewenangan pemerintah,” jelas anggota dewan dari Dapil Cibal, Cibal Barat, Reo, Reo Barat ini.

Menurut dia, sebagai wakil rakyat dirinya tidak mendesak PLN dan pemerintah dalam masalah ini, karena memang persoalannya lahir dari masyarakat sendiri.

“PLN menginginkan kalau tanam tiang atas permintaan masyarakat tolong jangan ada hambatan. Inikan ada hambatan. Sehingga ini yang kami klarifikasi kepada masyarakat, proyek 2018 seharusnya ada tetapi jadi kosong karena hambatan tadi,” ujar Matias.

Untuk tahun 2019 ini, kata Matias, perluasan jaringan listrik di seluruh wilayah Manggarai dipastikan tuntas.

“Data yang saya terima, tahun 2019 ini seluruh wilayah Cibal, Cibal Barat akan tuntas,” katanya.

Sementara anggota dewan dari PDIP, Rafael
Nanggur meminta pemerintah untuk fokus dan terukur koordinasinya dengan PLN. Selain itu harus memperhatikan aspek titik nol jaringanya.

“Khusus untuk Dusun Teni, agak sulit kalau jaringan dari Bere karena harus melewati Desa Wae Mulu yang belum ada jaringan listrik. Kalau Teni mendapat perhatian khusus dari PLN dan pemerintah, maka jaringan listriknya harus dari Desa Lenda,” kata Rafael.

Dia juga mengharapkan agar masyarakat merelakan tanaman perkebunannya dipotong demi memperlanjar perluasan jaringan listrik teraebut.

Seperti diberitkan sebelumnya, warga RT 01/02, Dusun Teni, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, mengancam tidak akan mau ikut lagi dalam pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati manggarai 2020 mendatang, jika tahun 2019 ini warga tidak jua menikmati listrik.

Ditemui Florespost.co, Minggu (3/3/2019) di Teni, sejumlah warga menjelaskan, pada masa awal kampanye beberapa tahun lalu, cabup/cawabup Manggarai periode 2016-2021 Deno Kamelus dan Viktor Madur (Kini menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai) pernah mengunjungi warga Dusun Teni.

Dihadapan masyarakat dan tua-tua adat setempat, pasangan ini berjanji akan memperhatikan kebutuhan listrik warga Cibal termasuk warga Dusun Teni.

Namun hingga mendekati masa akhir jabatan dari pasangan yang dikenal denga sebutan DM ini, janji-janji tersebut tak kunjung dipenuhi.

“Sekarang kami hendak tagih janji pada Bupati Manggarai, terkait pemasangan listrik di RT 01/02 Dusun Teni. Jika tahun 2019 ini, janji tersebut tidak juga ditepati, maka kami tidak mau lagi ikut pilih bupati dan wakil bupati 2020 nanti,” kata warga dengan nada kecewa.

Sejumlah warga mengaku gembira, ketika program listrik desa tahun 2018 lalu, ada nama Desa Lenda masuk dalam daftar sebagai salah satu desa di Kecamatan Barat yang akan menikmati aliran listrik.

Tetapi lagi-lagi masyarkat kecewa, sebab program listrik desa tersebut tidak semuanya bisa dinikmati warga Desa Lenda.

“Desa Lenda terdiri dari 4 dusun dengan 11 RT. Delapan RT sudah menikmati listrik, sementara tiga RT lainnya yakni RT 01, 02 dan 011 tidak dialiri listrik sama sekali. Pemahaman kami, program listrik desa itu berarti untuk seluruh warga satu desa, tapi nyatanya tidak seperti itu. akami seperti dianaktirikan. Program listrik desa untuk Desa Lenda sepertinya sudah berakhir 2018. Itu artinya program serupa tidak ada lagi untuk Desa Lenda tahun 2019 ini,” kata warga.

Penulis : Adi Nembok
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *