Beranda Florata News Syahbandar Larantuka Mengacu Prakiraan Cuaca BMKG

Syahbandar Larantuka Mengacu Prakiraan Cuaca BMKG

269 views
0
Simon Bonefasius Baon, Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka. (Foto/Stanis/FP)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Syabandar Flotim), dalam memberikan ijin pelayaran kepada semua armada kapal tetap mengacu informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca terkini.

“Jadi kalau BMKG menyatakan cuaca buruk gelombang tinggi atau angin kencang kita taat, karena Syahbandar juga dalam memberikan ijin pelayaran tetap mengutamakan keselamatan,” kata Simon Bonefasius Baon, Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka saat di konfirmasi Florespost.co di kantornya, Jumat (15/3/2019).

Dikatakan Simon Baon, jika ada peringatan dari BMKG, pihaknya pasti akan menunda keberangkatan kapal, menunggu hingga kondisi cuaca membaik.

Pelabuhan laut di Larantuka ini Kata Simon, berbeda. Karena didominasi oleh angkutan penumpang yang menghubungkan ke pulau-pulau.

“Sehingga kita tetap mengacu pada BMKG dan juga tetap memperhatikan keselamatan pelayaran. Keselamatan pelayaran bagi Ditjen Perhubungan Laut dan Kementerian Perhubungan (Kemhub) merupakan harga mati,” kata Simon.

Seperti pada bulan Februari lalu, lanjut Simon, cuaca agak ekstrim. Pihaknya tetap melayani namun tetap melihat situasi dan kondisi. Jika kondisi cuaca memungkinkan maka pihaknya akan tetap memberangkatkan jika tidak maka pihaknya akan tetap mendunda.

Sementara saat ini kata dia, pelayaran antar pulau seperti, Adonara, Solor dan Lembata masih normal.

Simon Baon juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi hoaks atau berita bohong yang beredar di masyarakat terkait prakiraan badai dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur pada 17-20 Maret 2019.

“Informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan adanya kecepatan angin mencapai 45 knots adalah tidak benar,” kata dia.

Untuk itu, Simon mengimbau seluruh warga NTT agar tidak terpancing atau mudah percaya dengan isu fenomena cuaca yang beredar.

“Kemarin terkait dengan berita itu, kami langsung konfirmasi ke BMKG. Dari BMKG mengatakan bahwa itu berita hoax. Dalam prakiraan BMKG kecepatan angin permukaan yang di pantau lewat model, kecepatan angin di NTT dibawa rata-rata,” jelasnya, sembari meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita-berita yang tidak benar yang meresahkan masyarakat.

Penulis : Stanis
Editor : STO
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here