Diklat Pemberdayaan Masyarakat Gratis Kembali Digelar Syahbandar Larantuka

oleh
Simon Bonefasius Baon, Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka. (Foto Feliks Janggu/Pos Kupang)

FLORESPOST.CO, Larantuka – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), kembali menggelar diklat pemberdayaan masyarakat gratis, yang akan berlangsung pada, Selasa 19 Maret hingga Jumat 22 Maret 2019 mendatang.

Demikian disampaikan Simon Bonefasius Baon, Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka kepada Florespost di kantornya, Jumat (15/3/2019).

Simon mengatakan, dalam diklat kali ini, ada beberapa kompetensi yang digelar, diantaranya Diklat Basic Safety Training (BST), dan surat keterangan kecakapan (SKK) 60 Mill, yang mana lanjut Simon, pihaknya sudah dipercayakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang.

“Tahun lalu kita sudah laksanakan 4 angkatan. Dan tahun ini kita dipercayakan lagi oleh BP2IP Tangerang, untuk melaksanakan pada awal bulan Maret, yaitu pada tanggal 19 hingga berakhir pada 22 Maret nanti,” jelasnya.

Simon Baon menambahkan, diklat pemberdayaan masyarakat gratis ini, tidak dipungut biaya apapun, dan diperuntukan bagi masyarakat nelayan dan pelayaran rakyat (pelra) yang berada di Kabupaten Flotim, Lembata, Sikka dan Kabupaten Ende.

Kegiatan kemasyarakatan ini juga kata Simon, merupakan bentuk kepedulian dari Kementerian Perhubungan lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang tanggap akan kebutuhan masyarakat.

“Diklat Basic Safety Training (BST), dan surat keterangan kecakapan (SKK) 60 Mill, kita bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang dalam hal ini sebagai penyelanggara, dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas II Larantuka sebagai pelaksana,” tambahnya.

Dikatakannya, diklat ini dilakukan guna menerbitkan kompetensi dasar pelaut yaitu, basic safety training (BST) bagi nelayan dan masyarakat Pelra.

“Kantor unit penyelanggara kelas ll Larantuka dengan Balai pusat Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, sudah kita buatkan dalam bentuk memorandum of understanding (MOU),” kata Simon Baon.

Sehingga dikatakannya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan memberikan kewenangan kepada kantor Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Larantuka, mengadakan diklat dalam bentuk SKK 60 Mill.

“Sedangkan diklat kompetensi dasar itu, menjadi penyelenggaranya adalah BP2IP,” kata Simon Baon.

Dirinya juga mengharapkan agar melalui kegiatan ini, masyarakat NTT, terutama masyarakat Flores Timur lebih berdaya guna dan berguna sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan melalui sejumlah kompetensi yang diperolehnya.

Laporan : Stanis
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *