Beranda Headline Walikota Kupang Dinilai Membohongi Publik

Walikota Kupang Dinilai Membohongi Publik

5.589 views
0
- Anggota DPRD Kota Kupang, Yuvensius Tukung, S.Pd, (Foto/Dokpri)

FLORESPOST.CO, Kupang – Anggota DPRD Kota Kupang, Yuvensius Tukung, S.Pd, menilai Walikota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore sedang membohongi publik.

Yuvensius Tukung yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang membidangi pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan sosial ini menilai, peryataan Jefri Riwu Kore sangat tidak bijak dan telah melukai para anggota dewan yang adalah mitranya.

Dikutip kumparan.com, pernyataan yang menuai kritik ini berawal dari, pengakuan Jefri Riwu Kore atas usulan anggaran dari Pemkot untuk membiayai program-program tertentu terkadang tidak disetujui oleh dewan. Misalnya sebut Jefri adalah program pengadaan baju seragam untuk semua pelajar di Kota Kupang.

“Saya harap teman-teman dewan bisa menyetujui program ini. Kadang ada beberapa teman dewan yang taputar sedikit. Taputar dalam artian untuk menyetujui satu program saja susah setengah mati,” sebut Jefri, dalam sambutannya saat meresmikan gedung bank sampah ‘The Gade Clean & Gold’ di Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Selasa (30/4/2019).

Menanggapi pernyataan ini, Yuvensius menilai Walikota tidak mencermati dengan baik dinamika persidangan, bahkan ia mengatakan hal tersebut sangatlah fatal.

“Substansi perdebatan anggaran pakaian seragam itu bukan soal pemerintah tidak korupsi juga bukan semata itu uang milik rakyat. Kalau Itu, kita semua mengerti. Justru subtansi penolakannya adalah bahwa anggaran itu terjadi inkonsistensi antar Kebijakan Umum Anggaran (KUA), prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA),” ungkap Yuvens kepada FLORESPOST.CO, Kamis, (2/5/2019).

Hal ini lanjut Yuvens terkait dengan mekanisme anggaran. Di KUA PPAS lanjut nya adalah belanja untuk peningkatan aparatur sipil negara dan di RKA nya adalah belanja pakaian seragam siswa siswi.

“Tidak nyambung, lalu kita disuruh menyetujui,” tegasnya.

Hal lain yang dikeritisi Yuvens adalah korelasi antara pakaian seragam yang disediakan dengan peningkatan kualitas pendidikan di kota Kupang.

“Kondisi riil yang kita hadapi adalah masih terkendala dengan sarana dan prasarana (ruang kelas masih banyak yang kurang, laboratorium dan perpustakaan tidak memadai, komputer kurang sementara kita terapkan ujian berbasis komputer. Kota Kupang memang agak aneh, kelas sekolah negeri yang diurus oleh pemerintah tetapi untuk simulasi ujian meminjam laptop siswa/orang tua, lantas pemkot tidak ada rasa malu,” katanya.

Yuvens menambahkan guru minim diberikan perhatian untuk ikut pelatihan. Bahkan dikatakannya masih ada guru yang honornya berkisar Rp. 150.000 atau Rp. 300. 000. Melihat kondisi yang ada sebut Yuvens semua nya menutup mata.

“Dari pernyataan pak Walikota, seakan beliau menghendaki supaya anggota DPRD kota kupang layaknya paduan suara yang siap setuju saja ikut tonenya atau dia mungkin lagi merindukan bahwa kita semua harus seperti kerbau dicocok hidung, ditarik kemana saja kita,” kata dia.

Dirinya meminta untuk rekaman persidangan dibuka kembali agar publik juga mengetahui persoalan yang sesungguhnya.

Kontributor : Adrianus Dandi
Editor. : STO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here