Beranda Headline Jokowi Adalah Kita dan Kita Adalah Jokowi (bagian pertama)

Jokowi Adalah Kita dan Kita Adalah Jokowi (bagian pertama)

214 views
0
Presiden Jokowi (Foto: istimewa/fajar.co.id)

*Dionisius Ngeta

Eksistensi fenomenal Jokowi sejak menjadi DKI 1 (satu) bahkan sebelumnya hingga RI 1 (satu) bukan tanpa alasan dan tidak serta-merta alias instan. Rekam jejak dan karakter kepemimpinan menjadikan dia populer dan dipercaya rakyat. Kehadirannya di pentas politik dan terpilih sebagai pemimpin adalah sejarah panjang dan buah dari kehendak dan kepercayaan rakyat walau ia berasal dari keluarga sederhana. Menempatkan rakayat sebagai subyek dalam setiap pembangunan dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan dalam kepemimpinannya menjadikan Jokowi terpilih kembali sebagai wali kota Solo, lalu menjadi Gubernur DKI  hingga melaju jadi RI 1. Rakyat menjadikan Jokowi pemimpin dan Jokowi memastikan bahwa rakyat adalah subyek dan tujuan pembangunan. 

Jadi, Jokowi adalah kita dan kita adalah Jokowi merupakan sebuah kesimpulan terhadap eksistensinya sebagai pemimpin kepercayaan rakyat hingga sekarang. Sebuah eksistensi panjang dan penuh tantangan. Pengalaman panjang dan penuh tantangan dalam bidang pemerintahan, tidak hanya menjadikan Jokowi matang sebagai politisi dan negarawan sejati tetapi juga meyakinkan kita/masyarakat terus memandatkan kedaulatan dan kepercayaan kepadanya hingga sekarang.

Jokowi Adalah Kita

Jokowi lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana dan biasa-biasa saja. Ia mengalami suka duka sebagai anak dari keluarga yang pas-pasan. Jokowi sungguh mengalami dan merasakan suka duka sebagai anak dari rakyat biasa sebagaimana kebanyakan kita. Tapi Jokowi terpilih jadi pemimpin. Jokowi pilihan kita. Tanpa kita, Jokowi bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Ia populer dan fenomenal karena rakyat.

Ketika Pilgub DKI 2012, dukungan ke saingan Jokowi, ketika itu Fausi Wibowo (Foke), petahana gubernur, begitu besar. Didukung banyak partai dan para elit kota Jakarta, termasuk pendanaan.  Black campaign (kampanye hitam) diarahkan kepada Jokowi. Kadang kala seram dan menakutkan. Tapi tidak begitu berpengaruh. Rakyat DKI menentukan dan memastikan Jokowi sebagai pemimpin pilihan mereka. Eksistensinya sebagai pemimpin ditentukan oleh rakyat. Rakyat DKI yakin bahwa Jokowi mampu menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya sehingga Jokowi terpilih dan rakyat mempercayakan kedaulatan kepadanya.

Memang banyak orang yang panik ketika Jokowi berkeinginan maju sebagai calon pemimpin DKI.   Pertarungan ibarat “Daut” dan “Goliat”. Tapi ternyata Daut sangat kuat dan cerdas. Hingga Goliat terjungkal.  Hasilnya mengejutkan. Jokowi menang telak. Semua kaget. Orang “miskin” harta, penampilan apa adanya, “kurus”, tidak punya pengalaman di Jakarta, belum mengenal Jakarta, tapi bisa menang. Mengapa?  Karena rakyat yang memenangkannya. Rakyat meyakini bahwa Jokowi  memiliki karakter baik. Rakyat  butuh pemimpin yang berkarakter, bukan yang punya banyak duit dan merasa punya “pengalaman” alias pencitraan bohong-bohongan.

Ketika menjadi Gubernur DKI, Jokowi mendapat serangan luar biasa. Tetapi Jokowi mampu menangkis semuanya dengan kerendahan hati dan kelembutan. Pemda DKI bekerja di seluruh lini. Semua berjalan normal. Preman ditaklukannya dengan kelembutan dan pedagang kaki lima dibujuk pindah dengan cara yang bermartabat. Masyarakat dilibatkan dalam setiap perencanaan  pembangunan. “Blusukan” adalah strategi Jokowi agar aspirasi, permasalahan dan kebutuhan rakyat dapat didengarkannya. Jokowi sadar bahwa keberadaannya karena rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kemampuan menggerakkan orang lain secara sukarela, tanpa dibayar, tanpa dipaksa hanya karena masyarakat percaya kepadanya dan sadar bahwa gerakannya akan membawa perubahan.

Kata “blusukan” menjadi populer di tangan Jokowi. Pemikiran-pemikirannya sederhana tapi efektif dan membumi. Ia irit bicara tapi banyak kerja dan bekerja keras. Jokowi adalah tokoh pembaharu. Ia dicintai rakyat dan dinilai hebat oleh media nasional dan asing. Dalam waktu singkat Majalah bergengsi dunia, Fortune memilih Jokowi menduduki ranking 37, Pemimpin Terhebat di Dunia, bahkan mengalahkan Obama, presiden Amerika Serikat.

Tak ada tokoh sehebat dia saat ini di Indonesia. Coba cek di Fortune, The New York Times, The Economist, media-media terbesar dunia! Kerendahan hati, ketulusan bekerja, tidak melawan kekerasan dengan kekerasan, bukan saja senjata Jokowi dalam menghadapi tantangan tapi juga karena kesadaran keberadaanya sebagai pemegang mandat dan pelayan masyarakat. Jokowi bukan siapa-siapa dan ia bukan apa-apa kecuali karena rakyat. Eksistensinya karena kita. Jadi Jokowi adalah kita.

*)Putra Nangaroro-Nagekeo, Tinggal Di Maumere

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co. s��7�

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here