Beranda Ekobis JPIC SVD Ruteng, Mengelola Lahan Tidur Berbasis Tekhnologi Ramah Lingkungan

JPIC SVD Ruteng, Mengelola Lahan Tidur Berbasis Tekhnologi Ramah Lingkungan

796 views
1
Panen perdana Sayur Organik. (Foto/Yuga Yuliana Fp)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Koordinator Pendamping Kelompok tani SVD Ruteng melaksanakan panen perdana tanaman sayur organik jenis Kangkung dan bayam di kebun Kelompok Wanita Soverdia, pada Hari ini Jumat, ( 31/5) di Mondo, desa Bajak, Kecamatan Reo, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir dalam acara panen perdana tersebut, Direktur Suhu Lingkungan Adrianus Petrus Lahur, koordiantor Pendamping kelompok Tani Pater Simon Suban Tukan SVD, Camat Reo Kanisius Tonga, Kades desa Bajak dan anggota kelompok Wanita Tani Soverdia.

Koordinator Kelompok Wanita Tani, Pater simon menyampaikan bahwa hal ini merupakan bagian dari tugas pelayanan dari mereka, yakni upaya untuk menjaga pelestarian terhadap bumi, sehingga kata dia telah dilaksanakan advokasi terhadap masyarakat terkait bagaimana merawat bumi.

“Tetapi tentu saja hal itu jauh dari kata cukup. Dengan berbicara diberbagai forum sehingga kami melakukan penerobosan dengan aksi nyata dengan bekerjasama ke berbagai pihak, bagaimana mengelola lahan masyarakat yang tidak digunakan untuk menjadi lahan yang berguna secara maksimal,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penerapan ini menggunakan teknologi ramah lingkungan yang merupakan misi utama, dan bagian dari tanggung jawab mereka.

“Kami yang sudah memberi teori dan menerapkan bagaimana cara menggunakan sumber daya yang ada secara berkelanjutan. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi dan secara tidak langsung turut mengambil bagian dalam merawat bumi karena telah memanfaatkan teknologi berbasis ramah lingkungan,” katanya.

Pelaksanaan penanaman sayur jenis kangkung dan bayam tersebut merupakan contoh bagi masyarakat, bagaimana memaksimalkan pertanaman sayur secara organik pada lahan tidur( tidak produktif) menjadi lahan Produktif.

“Ini merupakan suatu inovasi tentang pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, sehingga lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi lahan yang bisa menghasilkan. Ini merupakan terobosan baru pemanfaatan kawasan atau lahan tidur menjadi lahan produktif dengan cara pendekatan organik dan teknologi ramah lingkungan sehingga bisa membantu ibu-ibu tidak lagi membeli sayuran dan bisa juga meningkatkan perekonomian keluarga,” jelas Pater Simon.

Pada kesempatan yang sama, Fransiskus Moso pemilik lahan mengatakan bahwa sebelumnya lahan tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal dan dibiarkan begitu saja tanpa dikelola.

“Sebelumnya lahan pernah satu kali digunakan untuk menanam jagung. Setelah itu lahan ini hanya digunakan sebagai lahan untuk melepaskan sapi milik warga setempat. Namun setelah kami menerima program yang didampingi oleh JPIC SVD dengan teknologi berbasis ramah lingkungan yang diusulkan lahan ini benar-benar bermanfaat,” pungkas Fransiskus.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa lahan seluas kurang lebih 3 hektare tersebut hanya ditanami jagung dengan satu kali panen dalam setahun. Karena curah hujan dan keadaan tanah yang mengandung pasir atau susah ditanami sayur, setelah melihat hasilnya lanjut Fransiskus, sungguh besar manfaatnya terutama untuk kebutuhan rumah tangga anggota kelompok tani, dan bahkan ada yang dijual ke pasar.

Sementara itu kepada Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Manggarai berharap, agar lebih giat untuk memberikan contoh-contoh kepada Kelompok Wanita Tani lainnya sehingga nanti masyarakat dapat lebih mencintai tananam sayur di ladangnya masing-masing.

“Ini merupakan contoh bagi masyarakat sehingga diharapkan hal seperti ini dapat diterapkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat memanfaatkan pekarangan mereka untuk menanam sayuran,” ujarnya.

Penulis : Yuga Yuliana
Editor : STO

1 KOMENTAR

  1. mohon di Koreksi : CV. SULUH LINGKUNGAN CONSULTAN (Bukan SUHU)

    Adrianus Lagur – Adrianus Lahur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here