Beranda Florata News Indahnya Toleransi, Pemuda Katolik Ruteng Ikut Amankan Malam Takbiran

Indahnya Toleransi, Pemuda Katolik Ruteng Ikut Amankan Malam Takbiran

1.298 views
0
Pemuda lintas agama, Orang Muda Katolik (OMK) dibawah naungan Keuskupan Ruteng saat sedang mengamankan malam takbiran umat Islam. (Foto Yuga Yuliana/FP)

FLORESPOST. co, Ruteng – Guna mendukung keamanan saat malam Takbiran, pemuda lintas agama, Orang Muda Katolik (OMK) dibawah naungan Keuskupan Ruteng turut mengambil bagian menjaga keamanan selama kegiatan Pawai malam Takbiran yang dirayakan umat muslim di Ruteng, Manggarai, pada hari selas, ( 4/6/ malam.

Pantauan Florespost.co, Pawai Takbiran yang dimulai pukul 19: 30 Wita, dimulai dengan tertib, aman dan berjalan dengan baik. Pasalnya semua tim keamanan mulai dari Kepolisian Polres Manggarai, Kodim 1612 Manggarai, Brimob, pol PPL, dinas Perhubungan, PMKRI, dan Orang Muda Katolik telah siaga melakukan pengaman.

Ketua Majelis Ulama Indonesia( MUI) cabang Manggarai, F. Amir Keliwlaw, mengungkapkan rasa bangganya karena antusias keterlibatan para pemuda Katolik yang mengambil bagian dalam keamanan malam takbiran.

“Saya rasa berbangga atas antusias dari Pemuda Katolik. Ini menunjukkan rasa kerja sama, toleransi dan kerukunan diantara kita sesama umat Allah, yang tentunya membuka mata semua pihak bahwa inilah toleransi yang sesungguhnya. Bahwa di daerah kita, sikap hormat menghormati, menghargai antar umat beragama masih terjaga baik,” tutur Amir.

Ketua OMK Kevikepan Ruteng, Dedy Budim, mengakui bahwa pihaknya sangat antusias dengan pelaksaan keamanan tersebut.

“Tentu kami sangat antusias dengan tugas ini. Sebagai ungkapan rasa toleransi kami bahwa Meski kita berbeda kita tetap satu. Orang Muda Katolik(OMK) yang terlibat aktif dalam kegiatan malam takbiran ini sejumlah 86 orang yang diutus dari 7 Paroki di Wilayah Keuskulan Ruteng. Yakni OMK Katedral,Golo dukal, Redong, Cewonikit, Kumba, Kristus Raja dan Karot, pelaksanaan tugas kami sampai besok sebagai hari puncak pertanyaan Idul fitri di masjid Bhaiturahman ini,” ungkap Dedy.

Lebih lanjut dedy menyampaikan bahwa pihaknya yabg turut serta gaya dan penampilan yang berbeda dimana tim pengaman yakni Songke Manggarai (pakaian adat) dalam menjalankan tugas sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya.

Penulis : Yuga Yuliana
Editor : Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here