Beranda Florata News Gegara Tidak Lunas Uang Pagar, Murid SD ini Tidak Bisa Ikut Ujian...

Gegara Tidak Lunas Uang Pagar, Murid SD ini Tidak Bisa Ikut Ujian Naik Kelas

464 views
0
Mateus Jebaru,orang tua siswa Yoaefus Jebaru. (Foto Adi Nembok FP)

FLORESPOST.co, Ruteng – Yosefus Manuel Jebaru (8), siswa Kelas II di SDI Dongang, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, tidak bisa mengikuti ujian naik kelas hari ini, Senin (10/6/2019), lantaran orang tuanya belum melunasi uang untuk pembangunan pagar keliling di SDI tersebut.

Mateus Jebaru, orang tua Yosefus mengaku kecewa dengan sikap Kepsek SDI Dongang atas keputusannya yang tidak mengijinkan anaknya ikut ujian hari ini.

“Saya kecewa karena tadi pagi anak saya masih pergi sekolah. Namun kurang kebih pukul 08.00 wita, anak saya kembali ke rumah. Saat saya tanya kenapa pulang lagi ke rumah, anak saya mengaku diusir Kepala Sekolah karena belum lunas uang pagar sekolah. Hari inikan ujian naik kelas, tapi anak saya tidak bisa ikut ujian gara-gara belum lunas uang pagar,” kata Mateus.

Mateus mengaku sudah menemui Kepala SDI Dongang untuk membicarakan masalah ini. Tidak hanya itu, dirinya juga sudah membayar Rp 200.000 uang pagar tersebut dari Rp 400.000 yang telah disepakati anatara pihak sekolah, Ketua Komite dan orang tua murid.

“Saya sudah bayar setengahnya. Ada kwitansi pembayarannya,” tandas Mateus.

Kecewa dengan keputusan Kepala SDI Dongangi, Mateus telah mengadukan masalah ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai.

Kepala SDI Dongang Biata Mamut, S.Pd yang ditemui wartawan di SDI Dongang membenarkan kalau dirinya tidak mengijinkan anak Mateus untuk mengikuti ujian hari ini karena belum melunasi uang pagar.

Dijelaskan Biata, uang pembangunan pagar sekolah senilai Rp 400.000 per orang tua siswa merupakan hasil kesepakatan antara Kepala Sekolah, Ketua Komite dan orang tua murid pada tahun 2016 silam.

Cara pelunasannyapun dengan cara dicicil selama empat tahun mulai 2016 hingga 2019 sebesar Rp 100.000 per tahun.

“Saya tegaskan, bahwa kesepakatan ini dibuat oleh Kepala Sekolah terdahulu yakni Ibu Mince Wolos, ketua Komite Pa Marsel Gambang dan seluruh orang tua murid. Sebagai Kepala Sekolah baru yang menggantikan Ibu Mince Wolos, saya hanya melanjutkan hasil kesepakatan tersebut,” jelas Biata.

Terkait siswa/i yang tidak ijinkan ikut ujian naik kelas, Biata mengatakan, bahwa sebelum ujian digelar pihaknya telah menyurati orang tua murid yang masih menunggak (termasuk orang tua Yosefus) untuk melunasi uang pagar tersebut.

“Pada hari Sabtu (8/6/2019) saya sudah sampaikan ke murid-murid yang masih belum lunas agar pada hari Senin (10/6/2019) saat ujian, datang dengan orang tua ke sekolah untuk membicarakan apa masalahnya sehingga belum lunas uang pagar tersebut. Tetapi pada hari ini, Yosefus tidak datang bersama orang tuanya. Sehingga saya suruh pulang,” urai Biata.

Biata sesali atas sikap orang tua murid datang ke sekolah dengan nada marah tanpa ada komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

“Saya juga sesali sikap Pa Mateus yang datang ke sekolah dengan marah-marah. Padahal kalau dia datang ngomong baik-baik tentu ada jalan keluar yang terbaik, yang paling penting bagaimana cara kita berkomunikasi. Jangan datang langsung marah-marah begitu,” tandas Biata.

Menurut Biata, jika beberapa hari ke depan tunggakan Yosefus bisa dilunasi maka siswa tersebut bisa mengikuti ujian susulan.

Sementara Kabid Pembinaan Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Herman Y. Manehat yang ditemui terpisah mengaku telah menerima pengaduan Mateus Jebaru. Pihaknya berupaya untuk menyelesaika persoalan ini.

“Kami akan menfasilitasi penyelesaian masalah ini. Kami juga sudah menemui Kepala SDI Dongang agar tetap mengijinkan anak Mateus untuk ikut ujian. Prisipnya jangan sampai anak dikorbankan,” tegas Herman.

Penulis : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here