Beranda Florata News Tinta Habis, Pelayanan Cetak e-KTP di Manggarai Terganggu

Tinta Habis, Pelayanan Cetak e-KTP di Manggarai Terganggu

177 views
0
KTP-el-DIspenduk-Jember. (Foto/ist)

FLORESPOST.co, Manggarai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manggarai belum bisa melayani pencetakan e-KTP lantaran tinta ribbon untuk melakukan pencetakan kartu habis.

Saat Florespost menyambangi kantor Disdukcapil pada Rabu (19/6/2019), terdapat tulisan pemberitahuan, ” mohon maaf untuk sementara pencetakan KTP EL belum bisa dilayani karena tinta ribbon habis, demikian menjadi maklum,” demikian tulisan yang terpampang di depan dinas dukcapil Manggarai.

Kepada Florespost, Yakobus Banggut sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Manggarai menyampaikan sebagai dokumen pengganti, Dukcapil memberikan Surat Keterangan Pengganti KTP Elektronik yang nasa berlakunya sampai 6 bulan.

Sementara itu dalam mengatasi situasi ini kata Yakobus, Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai telah mengajukan SPK pengadaan tinta ribbon dan film printer pada tanggal 28 Mei 2019 kepada PT pritama Dharma Raya, sebagai rekanan Dukcapil.

Sementara itu beberapa masyarakat yang ditemui media ini di kantor Dukcapil mengaku kecewa. Beberapa orang tua yang datang hendak mengurusi berkas-berkas anak mereka yang baru menamatkan pendidikan SMA pun mengeluhkan hal yang sama.

Nasti Tama asal Satar Mese, kepada Florespost mengaku dirinya sudah lama menunggu proses penerbitan KTP. Calon mahasiswi kota Kupang mengaku jika proses nya sejak awal Juni.

“Saya sudah menunggu sejak awal Juni. Selama ini bolak balik kampung untuk memastikan penerbitan KTP. Saya akan ikut tes masuk perguruan tinggi gelombang pertama di salah satu perguruan tinggi di kota kupang. Saya sangat membutuhkan KTP. karena salah satu persyaratan tes masuknya harus foto copy KTP EL. Kalau pun pake Surat keterangan pengganti dari KTP EL itu hanya berlaku 6 bulan. Masa saya harus bolak balik Ruteng- Kupang untuk urus KTP. kelurga saya tidak punya biaya untuk itu. ” ungkap Nasti

Ditempat yang sama Benediktus yang memiliki anak yang akan merantau untuk kuliah hanya mengantongi surat keterangan domisili tampak sangat kecewa dengan kehabisan tinta tersebut.

“Yah sangat kecewa, terpaksa kami harus menunggu KTP saja. Persyaratan pendaftaran di kampus anak saya mintanya e-KTP bukan ini barang (keterangan domisili),” kata Bene.

lebih lanjut Bene menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk segera bertindak cepat terkait hal tersebut.

“Pemerintah harus cepat tanggap terhadap soal begini. Kasihanlah anak anak kami. Harus beritahu kejelasanya sampai kapan. Jangan hanya bilang tunggu tunggu terus,” tegas Bene.

Penulis : Yuga Yuliana
Editor : STO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here