Beranda Florata News Tarian Woleka Meriahkan Penyambutan 6 Calon Imam OFM di Ruteng

Tarian Woleka Meriahkan Penyambutan 6 Calon Imam OFM di Ruteng

171
0
Tari Woleka, tarian selamat datang atau tarian penyambutan tradisional khas Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto/Yos Syukur)

FLORESPOST.co, Ruteng – Tarian Woleka atau tarian penyambutan tradisional khas Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan acara penjemputan enam (6) Calon Imam OFM, yang akan dithabiskan menjadi imam Katolik di Kesukupan Ruteng, Flores, Senin (15/7/2019).

Tarian ini biasanya dibawakan oleh beberapa penari pria dan wanita dengan gerakan sangat khas.
Tari Woleka merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, festival budaya dan pertunjukan seni.

Pastor Paroki St. Fransiskus Asis Karot, Adrianus Nahal, OFM, kepada media ini di Ruteng, Senin (15/7/2019) mengatakan, penthabisan ke – 6 calon imam ini akan berlangsung di Paroki Santu (st) Fransiskus Asisi-Karot, pada Rabu tanggal 17 Juli 2019 mendatang, oleh Yang Mulia Uskup Adminstrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr. Silvester San. Pr.

“Penjemputan dilakukan hari ini di Gereja Paroki St. Nikolaus Golo Dukal menuju Paroki St. Fransiskus Asisi-Karot. Acara penjemputan dimeriahkan oleh tarian adat Woleka dari Kabupaten Sumba Barat dan penjemputan oleh tim ronda adat Manggarai,” kata Pastor Nahal.

Dikatakannya, ke – enam calon imam OFM yang akan dithabiskan menjadi imam Katolik yaitu Pastor Charles Lelu Umnu Sogar Ame Talu, OFM, Pastor Ancetius Evaritus Jebada, OFM, Pastor Rupertus Herpin Hormat, OFM, Pastor Yulius Fery Kurniawan, OFM, Pastor Marselinus Kabut, OFM, Pastor Gregorius Febryanto Wendardins Ranus, OFM.

Pastor Nahal menjelaskan rangkaian acara selain dimeriahkan oleh ronda adat Manggarai, tarian Woleka dan tarian Ja’i pada misa pethabisan nanti nya, hal ini menegaskan bahwa panggilan Imam Katolik berakar pada adat dan budaya.

Laporan : Yos Syukur
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here