Beranda Hukrim Florata Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Sekda Flotim, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Sekda Flotim, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

943
0
Frank Lamanepa (kiri) dan Ipi Daton (Kanan) pengacara Sekda Flotim. (Dsgn/Florespost)

FLORESPOST.co, Larantuka – Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Sekda Flotim terhadap aqun facebook milik Lamanepa Frank (Kopi Lamaholot), polisi telah memeriksa enam (6) orang saksi dan mendalami keterangan saksi lainnya.

Kepolres Flotim, AKBP Denny Abrahams yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Joni Sihombing di ruang kerjanya, Senin (15/7/2019) menjelaskan, pihaknya sedang mendalami penyelidikan terhadap kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Sekda Flotim itu.

Jhoni menambahkan, selain ke – 6 saksi yang sudah diperiksa, pihaknya masih terus melanjutkan pendalaman pada tingkatan penyelidikan dengan memintai keterangan pihak lain sembari menanti petunjuk jaksa.

Kasat reskrim Polres Flotim, AKP Jhoni Sihombing. (FOTO/FP)

Untuk kasus ini kata AKP Jhoni, masih dalam tahapan penyelidikan. Pihaknya sudah memeriksa 6 orang saksi.

“Jadi soal peluang jumlah saksi yang dibutuhkan, kami belum bisa pastikan sekarang karena masih mengembangkan penyelidikan. Ini masih tahapan penyelidikan,” jelas AKP Joni Sihombing.

Berkomitmen Tidak Menarik Laporan Kepolisian

Sementara itu, Sekertaris Daerah Flores Timur, Paulus Igo Geroda yang dikonfirmasi melalui Kuasa Hukumnya, Ipi Daton, SH, Senin (15/7/2019) di Pengadilan Negeri Larantuka mengatakan, tidak ada istilah untuk menarik kembali laporan dugaan pencemaran nama baik yang telah dilaporkan kliennya itu ke pihak Polres Flotim.

“Klien kami sudah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan itu lewat jalur hukum, dan kini prosesnya sedang berjalan. Bahkan klien kami telah berkomitmen untuk tidak akan menarik laporannya atau menyudahi kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang melekat dalam jabatannya tersebut di separuh perjalanan penyelidikan ini . Itu komitmen yang telah disampaikan beliau kepada kami sebagai kuasa hukumnnya,” tegas Ipi Daton.

Ditambahkan Ipi Daton, pihaknya telah melayangkan surat ke Polres Flotim dengan permohonan untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan penanganan laporan kliennya tersebut.

Menurut Ipi Daton, surat Permohonan pihaknya itu telah terbalaskan pihak penyidik dengan uraian sedang dalam tahapan pengembangan penyelidikan.

“Penyidik menyampaikan bahwa pada tahapan lidik ini, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap saksi pelapor dan beberapa saksi, termasuk saksi terlapor, dan sekarang mau masuk tahapan final penyelidikannya,” katanya.

Dilanjutkan nya, Penyidik akan minta keterangan saksi ahli, untuk memperkuat apa yang dilaporkan klien nya.

Telah Memenuhi Panggilan Penyidik

Tulisan pemilik akun facebook, Lamanepa Frank tertanggal 21 Mei 2019 yang dikemasnya dalam bentuk jajak pendapat tentang Sekda Flores Timur, Paulus Igo Geroda yang merangkap jabatan (Kaban BPD dan Plt. Irda ), Paulus Igo Geroda pun akhirnya mempolisikan pemilik akun tersebut pasca layangan surat panggilannya terhadap Lamanepa Frank untuk mengklarifikasikan tulisannya itu tidak diindahkan Lamanepa Frank.

Kepada wartawan di kediamanya, pemilik akun Lamanepa Frank pun mengakui dirinya telah memenuhi panggilan penyidik Polres Flotim dan telah pula memberikan keterangannya pada tanggal 1 Juli 2019.

Sebagai warga negara yang taat hukum, kata Frank Lamanepa memenuhi panggilan institusi negara yang berwewenang, dan memberikan keterangan (jawaban) sebagaimana yang ditanyakan pihak penyidik.

“Semua orang berhak mencari dan mengupayakan keadilan itu bagi dirinya sendiri, maka ketika Pak Sekda merasa apa yang saya tulis itu sebagai bentuk pencemaran nama baik beliau, dan melaporkannya ke APH, itu haknya. Karena hukum menyiapkan ruang itu. Bagi saya si tidak jadi soal, karena memang Pak Sekda punya hak sebagai warga negara untuk mendapatkan keadilan,” kata nya.

Namun terkait tulisan kata Frank, yang Ia sasarkan dalam tulisan tersebut adalah bukan pribadinya Sekda melainkan semata pada jabatan publik.

Mengapa Menggunakan Polling atau Jajak Pendapat ?

Kico Lamanepa dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa tulisannya tentang Sekda Paulus Igo yang merangkap jabatan yang diantaranya sebagai Kaban BPBD, dan Plt Irda sebagaimana yang termuat dalam akun miliknya Lamanepa Frank itu, bukanlah status biasa sebagaimana mestinya warga net menuangkan ide dalam media sosial (facebook).

Namun dirinya menggunakan pola polling atau jajak pendapat dengan memanfaatkan aplikasi yang disiapkan oleh Facebook.

“Ada 4 pilihan aplikasi opsi yang digunakannya dalam jajak pendapat tersebut , yakni Tindakan Pengamanan Sesuatu, Bodoh Amat, Kewajaran, dan Tidak Ada pejabat lain yang Berkompoten,” jelasnya.

Frank Lamanepa meriwayatkan hingga Ia menggunakan pola jajak pendapat dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah disiapkan oleh facebook itu, berawal dari dirinya melakukan pencarian terhadap sejumlah informasi tentang Flores Timur melalui situs resmi milik Pemda Flotim, termasuk struktur pemerintahan di daerah Flotim.

“Saya tidak menemukan satu pun informasi itu. Mengapa saya mencari informasi itu.? Mencari informasi publik adalah hak setiap warga negara sebagaimana yang diatu dalam UU no 14 tahun 2008. Karenanya saya berhak untuk itu. Dan saya tidak menemukan informasi-informasi yang saya carikan di situs-situs resmi milik Pemda. Karena tidak menemukan itu, saya lalu menuliskan soal rangkap jabatan Sekda sebagaimana informasi yang saya dapatkan, dengan pola jajak pendapat , menggunakan aplikasi yang memang sudah disiapkan oleh facebook,” ungkapnya kepada Wartawan.

Dirinya memilih 4 pilihan aplikasi yaitu tindakan Pengamanan Sesuatu, hastag yang Ia sukai yaitu bodoh amat, kewajaran, dan tidak ada pejabat lain yang berkompoten. Dirinya mengakui hanya 4 opsi atau pilihan itu yang Ia gunakan.

Soal alternatif pilihan dalam facebook kata Frank, pembaca atau warga net bisa menambahkan apa saja ketika dirinya merasa bahwa opsi atau pilihan itu masih dianggapnya kurang pas.

“Tapi saya hanya gunakan 4 pilihan dalam poling itu. Sedangkan pilihan lain seperti epen ka dan entah apalagi (karena sudah tidak mengikutinya lagi ) itu bukan dari saya. Apa tujuannya,? Jajak pendapat ini hanya semata bertujuan untuk mendapatkan respon atau pendapat dari masyarakat (warga net), baik membenarkan, meluruskan atau mengklarifikasikan. Semata hanya untuk mendapatkan kebenaran informasinya saja, tidak ada maksud lain ! Apalagi memfitnah atau mencemarkan nama baik seorang Sekda,” katanya.

Hal itu pun kata Frank terjawabkan oleh beberapa warga net yang mengatakan bahwa hal rangkap jabatan oleh Sekda Flotim itu adalah tidak benar. Dan terhadap pelurusan informasi tersebut, Dirinya dalam kelanjutan komentar, mengucapkan terima kasih.

Sedangkan terkait tulisannya yang menyebutkan Sekda Paulus Igo telah terperiksa oleh APH di Kupang, Kico Lamanepa sembari memperlihatkan tulisan aslinya itu menegaskan , substansi point itu tidak masuk dalam poling, bahkan dirinya mengawali tulisan tentang, terperiksa itu itu dengan kalimat kabar angin menyeruak dan diikuti dengan kata diduga.

“Soal sebutan terperiksa, itu dugaan, Kabar burung. Kalau itu menjadi salah satu point delik oleh pihak pengadilan, itu keliru ! Saya berusaha menyampaikan apa adanya. Apakah ini pantas dijadikan sebagai delik. Tulisan ini saya tidak hapus dan tidak merubahnya. Tetap seperti ini, karena memang tidak ada kekerasan verbal di dalamnnya. Yang tersasarkan adalah jabatan sebagai Sekda, bukan pribadi Paulus Igo Geroda,” kata Frank Lamanepa.

Laporan: Stanis

Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here