Beranda Ekobis Tiga Resep Anti Nganggur Untuk Pencari Kerja di Nusa Tenggara Timur

Tiga Resep Anti Nganggur Untuk Pencari Kerja di Nusa Tenggara Timur

340
0
Aryo Dipo Murti, Kepala Seksi Verifikasi Akuntasi KPPN Ruteng, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI. (Foto: Dok. Pribadi)

Opini: Aryo Dipo Murti*

“Menurut data BPS, angka pengangguran di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai angka 78.500 orang”. Demikianlah headline Kompas online yang saya baca. Dari angka pengangguran tersebut, presentase pengangguran terdidik juga cukup tinggi. Pikiran saya melayang ke tahun-tahun saat saya mencari pekerjaan. Saya  mulai masuk ke dunia kerja berbekal ijazah SMA, sejak tahun 2003. Saya mencoba beberapa jenis pekerjaan, baik formal maupun nonformal, sampai akhirnya tahun 2010 diterima dan memantapkan karir saya di Kementerian Keuangan. Pengalaman bertahun dalam mencari dan menjalani berbagai jenis pekerjaan itu, tentulah ada yang bisa saya bagikan.

Untuk Anda, para pejuang pencari kerja, berikut saya saripatikan 3 resep supaya Anda bisa segera mendapatkan pekerjaan dan beranjak dari status pengangguran :

Resep ke-1 : Jangan Hanya Mengandalkan Ijazah

Para pengangguran terdidik berarti adalah lulusan diploma hingga sarjana. Mereka memiliki ijazah yang diharapkan akan menjadi bekal mendapatkan pekerjaan impian. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki lebih dari empat puluh perguruan tinggi yang memproduksi sarjana maupun ahli madya setiap tahunnya. Apabila jumlah lowongan pekerjaan tidak terserap, tentunya imbasnya jumlah pengangguran terdidik semakin meningkat. Seorang sarjana saat diwisuda, mereka percaya bahwa dengan berbekal ijazah akan diterima bekerja. Tetapi inilah kenyataan pahitnya : Ijazah hanyalah kertas belaka. Nilai intrisiknya sama dengan selembar kertas koran. Tanpa skill / keterampilan, dan keberanian, akan sulit bagi para sarjana ini bisa masuk ke dunia kerja.

Karena itu penting bagi pencari kerja untuk meng-upgrade skill yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Pelajari juga kompetensi tambahan yang menunjang portofolio Anda. Sebagai contoh, jika Anda lulusan akuntansi, kuasai software pembukuan yang terbaru sehingga bisa membuat laporan keuangan dengan cepat. Jika Anda lulusan perbankan, kuasai kemampuan bahasa Inggris. Jika Anda lulusan teknik, kuasai juga bahasa pemrograman sehingga Anda mampu membuat aplikasi komputer yang dibutuhkan oleh perusahaan. Intinya kompetensi tambahan itu akan meningkatkan nilai jual Anda karena akan dibutuhkan oleh perusahaan.

Resep ke-2 : Gunakan Leverage

Berapa kali Anda melamar pekerjaan setelah lulus kuliah? Tiga kali? Lima kali? Kalau jumlah Anda melamar pekerjaan masih bisa dihitung jari, itu artinya Anda belum menggunakan leverage (daya ungkit). Anda bisa melamar pekerjaan sebanyak puluhan kali sehari dengan menggunakan leverage yaitu internet. Gunakan berbagai portal internet penyedia lowongan kerja seperti jobs.id, Jobstreet.co.id, Karir.com yang memungkinkan Anda untuk membuat CV dan mengirimkannya ke puluhan perusahaan pencari tenaga kerja.

Leverage berikutnya yang bisa Anda ikuti adalah Event Job Fair atau bursa kerja. Event Job Fair biasanya diselenggarakan di kampus-kampus, sangat potensial menjadi tempat Anda mendapatkan pekerjaan impian. Pada event ini Anda akan menemukan ratusan lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan, karena momen ini biasanya dimanfaatkan perusahaan-perusahaan besar untuk merekrut pegawai baru. Anda bisa langsung menaruh surat lamaran dan curriculum vitae (CV) Anda pada perusahaan yang Anda minati, dan tentunya sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan. Pastikan Anda membawa lamaran dan CV dalam jumlah yang cukup.

Ada hal penting yang perlu Anda ketahui, mencari kerja adalah menemukan kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan. Karena itu seorang pencari kerja tidak boleh hanya memiliki satu jenis CV. Buatlah 2-3 jenis CV Anda yang berbeda, sesuai dengan posisi pekerjaan yang Anda lamar. Pelajari nilai tambah di masing-masing posisi pekerjaan yang biasanya ditawarkan oleh perusahaan, kemudian tonjolkan nilai tambah tersebut dalam CV Anda. Pada poin sebelumnya, saya sudah menekankan pentingnya nilai tambah. Do your homework.

Makin banyak Anda menggunakan leverage, yaitu dengan mengirimkan puluhan lamaran setiap hari, makin besar peluang Anda untuk mengikuti interview untuk mendapatkan pekerjaan. Jangan takut untuk mencoba pekerjaan di luar kota, di luar Nusa Tenggara Timur, atau bahkan luar negeri. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tantangan tersendiri untuk Anda.

Resep ke-3 : Membuka Usaha Sendiri

Alih-alih mencari pekerjaan, percaya atau tidak, peluang meraup rezeki justru banyak tersedia di sekitar kita. Selain bekerja untuk orang lain, membuat usaha sendiri dapat menjadi pilihan bagi Anda. Membuka usaha tidak membutuhkan modal yang besar, dan dapat untuk memulainya tidak serumit yang Anda kira.

Jika jalan di depan rumah Anda cukup ramai, menjelang malam keluarkanlah meja makan Anda dan kursi ke depan rumah dekat jalan. Keluarkan piring, mangkok, sendok dan tatalah di meja tersebut. Keluarkan stok mie instant di rumah Anda, sekalian dengan kardusnya supaya terlihat penuh. Keluarkan juga menu-menu pelengkap seperti telur dan sayur yang ada di dapur. Lengkapi dengan kopi sachetan dan teh celup. Yes, Anda sudah berhasil membuka sebuah warung kopi!

Mungkin Anda sedikit pesimis, berapa sih keuntungan menjual mie rebus? Hitung saja, mi instan seharga 2.000 rupiah, ditambah telur dan sedikit sayur senilai 3.000 rupiah (total modal 5.000 rupiah), bisa Anda jual seharga 10.000 rupiah ! (untung 100%). Kopi sachet seharga 2.000 rupiah bisa Anda jual 5.000 rupiah. Dengan langkah sederhana, Anda bisa berjualan dengan keuntungan 100% setiap jualan. Daripada Anda hanya menghabiskan malam hari tanpa kegiatan. Lumayan bukan? Jika sudah mulai ramai, sisihkanlah sebagian keuntungan untuk mulai mendekorasi, memperbanyak menu, dan mencetak spanduk. Beri nama “Kafe Pojok” atau “Kafe Setarbak” atau apapun yang menarik perhatian sesuai kreatifitas Anda.

Kita lihat peluang yang lain. Bila di lingkungan rumah Anda tidak jauh dari kampus atau perkantoran, Anda bisa mencetak brosur laundry, misalnya sebanyak 1 rim (500 lembar). Sebarkan dan tempelkan di tempat-tempat strategis sekitar Anda sehingga bisa dilihat banyak orang. Bergabunglah ke facebook group jual beli barang jasa di kota Anda yang biasanya beranggotakan ribuan orang. Lalu posting brosur tersebut dan tawarkan layanan jemput cucian. Dari ribuan orang tersebut, pastilah ada yang “nyantol”. Setelah dapat orderan, carilah laundry yang mau bekerja sama dengan Anda. Tawarkan diri sebagai “Marketing Freelance” dan minta diskon 20%. Syukur-syukur bisa dapat 30%. Nah, 30% itulah keuntungan Anda! Jika Anda sudah rutin dapat orderan, sisihkanlah sebagian untuk mulai membeli mesin laundy sendiri.

Contoh yang lain lagi bagi para menyukai dunia online, peluang satu ini wajib dicoba. Anda bisa menasarkan produk asli NTT, salah satunya adalah kopi. Salah satu kopi terkenal yang saat ini sedang banyak dicari oleh para pecinta kopi adalah jenis kopi yang berasal dari daerah Flores. Saya sudah mencoba sendiri, kopi Flores ini memang memiliki aroma dan juga cita rasa yang berbeda dari yang lain. Usaha ini bahkan bisa Anda jalankan tanpa modal. Cobalah menjalin kerja sama dengan usaha kecil atau koperasi yang memproduksi kopi di Kabupaten Manggarai dan Bajawa untuk membantu memasarkan dan mendapatkan harga khusus. Kemudian Anda bisa menjual Kopi Flores ke media sosial dan marketplace. Keuntungan Anda adalah Anda bisa mendapatkan harga lebih murah karena bekerja sama langsung dengan produsennya. Jika Anda sudah rutin dapat orderan, Anda bisa belajar memulai membuat brand kopi sendiri.

Itu hanyalah contoh-contoh sederhana yang intinya adalah, membuka usaha tidak serumit yang kita takutkan. Begitu banyak peluang pekerjaan di sekitar Anda. Yang diperlukan hanyalah kejelian melihat peluang, kreativitas, dan menghilangkan gengsi.

Peran Pemerintah

Setelah membahas apa-apa yang dapat diilakukan oleh pencari kerja, selanjutnya kita bahas program yang disediakan oleh pemerintah yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan.

Apabila Anda memutuskan untuk memulai resep yang ketiga yaitu melihat peluang dan membuka usaha sendiri, ada kabar baik untuk Anda. Untuk membuka usaha atau memperbesar usaha Anda, tentunya Anda membutuhkan modal. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memiliki program yang mendukung usaha mikro, yaitu Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). UMi merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal 10 juta rupiah per nasabah pelaku usaha mikro yang tidak bankable dan bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

Syarat mendapatkan UMi ini cukup mudah, ada 3 syarat yaitu tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi, memiliki KTP, dan memiliki ijin usaha/keterangan usaha dari instansi pemerintah dan/atau surat keterangan usaha dari penyalur. Saat ini ada tiga lembaga penyalur UMi yaitu PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani, PT Bahana Artha Ventura. Ketiga lembaga ini memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur tersedia 2 penyalur yaitu PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani. Anda dapat menghubungi kantor cabang lembaga-lembaga tersebut yang terdekat dengan lokasi Anda. Sampai dengan bulan April 2019, jumlah debitur UMi di Nusa Tenggara Timur sebanyak 8.394 debitur dengan jumlah penyaluran sekitar Rp 21,4 miliar.

Kesimpulan

Apapun pilihan Anda untuk meninggalkan status pengangguran, baik itu mencari pekerjaan ataupun membuka lapangan, keduanya adalah pilihan mulia. Apapun asal dikerjakan dengan kesungguhan dan ketekunan akan membuahkan hasil. Anda harus memiliki semangat pantang menyerah. Pantang menyerah adalah sikap tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu. Janganlah satu dua penolakan membuat Anda tawar hati. Atau apabila usaha yang Anda rintis di awal-awal belum begitu menghasilkan. Percayalah kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Semoga sukses !         

*)Aryo Dipo Murti adalah Kepala Seksi Verifikasi Akuntasi KPPN Ruteng, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI.

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here