Beranda Sastra Tanahku

Tanahku

67
0
Ilustrasi (Foto: mastensuncana/pixabay)

Puisi-Puisi: Mega Gadur*

Tanahku

Katakan padaku

Sebuah kata yang kau ucapkan dari mulutmu

Beri aku maknanya, apakah itu adalah sebuah tanda

Bahwa langit akan menangis melihat tanahku hancur bak gelas pecah yang tak mungkin kau satukan lagi

Katakan mengapa, ada apa dengan tanahku

Wahai sang junjungan

Pahamilah, meskipun itu senjata kakiku tetap berdiri teguh di atas tanah kelahiranku

Biarlah tanah menjadi saksi, bahwa ia akan mengubur pahlawannya sendiri

Dan langit akan menangis lewat cucuran air hujan itu

Bahwa perjuanganku adalah sejarah bagi anak-anakku

Katakan padaku

Apakah kau akan menghancurkannya?

Tidak sang junjungan tidak

Pahamilah, bahwa makna yang kau berikan padaku adalah panah bagimu

Kembalikan tanahku.

Sang Pemimpin

Aku pada kursiku

Sebab kau telah berikan itu padaku

Saatnya bagiku pada setiap putusanku

Kau akan lihat betapa undang-undang akan membawamu

Pada setiap aturan ajaib yang kubuat bagimu

Ketahuilah, sang pemimpin akan kembali

Pada tanahnya sendiri ia akan disanjung

Dan negeri lain akan luluh karenanya

Pada terbitnya matahari ia akan dinantikan

Dan pada tenggelamnya ia akan ditangisi

Sebab kaum jelata menginginkan ia ada pada setiap detik jeritan sakit rakyatnya

Sang Pemimpin ya sang pelindung

Sang pemimpin ya sang pendengar

Sang pemimpin ya itulah dia

Menyayangi kaum jelatanya.

Prajurit

Sang junjungan menangis

Pada detik-detik keterpurukannya

Ada musuh-musuh menginginkan nyawanya

Dan kembali ia pintaku berjaga pada gerbang depan istana megah ini

Aku sang prajurit.

*) Mahasiswi Universitas Katolik Indonesia (UKI) St. Paulus Ruteng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here