Beranda Kesehatan Rembuk Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Manggarai Hasilkan 6 Point

Rembuk Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Manggarai Hasilkan 6 Point

103
0
Rembuk Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Manggarai. (Foto/Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng Rembuk Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Manggarai tahun 2019 yang digagas oleh Bappeda, Dinas Kesehatan dan LSM Ayo Indonesia yang di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai Drs.Victor Madur ini, telah melahirkan enam (6) point kesepakatan bersama, Kamis (25/7/2019) kemarin.

Keenam point yang dihasilkan yakni pertama, pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh pihak berkomitmen untuk melaksanakan upaya-upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Manggarai.

Kedua, 66 sasaran desa prioritas dan desa/kelurahan lainnya, serta rencana program dan kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta kebutuhan pendanaan lintas perangkat daerah tahun 2020.

Ketiga, penganggaran untuk membantu percepatan pencegahan dan penanganan stunting bersumber dari APBN, APBD Propinsi NTT, APBD Kabupaten Manggarai, APBDes dan sumber dana lain yang sah.

Keempat, dalam rangka percepatan pencegahan dan penanganan stunting maka seluruh desa dan kelurahan menganggarkan program dan kegiatan melalui APBDes dan dana kelurahan melalui pendirian pos gizi di tingkat desa/kelurahan dengan anggaran Rp 50 juta pertahun perdesa/kelurahan dan juga kegiatan intervensi penurunan stunting lainnya.

Kelima, membentuk tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting pada semua tingkatan pemerintahan yang terdiri dari unsur pemerintahan daerah dan seluruh staekholder.

Keenam, melakukan monitoring dan evaluasi secara terpadu oleh tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting secara priodik, berjenjang dan berkelanjutan.

Di Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur, angka stunting masih tergolong tinggi yakni mencapai 43,3 % (Hasil Riskesdas tahun 2018). Jauh di atas batas maksimal WHO yakni 20 %.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan. Setidaknya sudah empat aksi yang dilakukan (dari delapan aksi yang direncanakan) terkait konvergensi percepatan penanganan stunting tersebut.

Seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah dan pihak terkait lainnya, berkumpul di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai dalam rangka menyamakan persepsi untuk menangani stunting ini.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia 2 tahun.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Laporan : Adi Nembok
Editor : STO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here