Beranda Ekobis Komoditi Tak Terjual, APMB Gelar Aksi Unjuk Rasa

Komoditi Tak Terjual, APMB Gelar Aksi Unjuk Rasa

405
0
Ratusan petani kopi, cengkeh, kemiri dan komoditi perkebunan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Petani Manggarai Baru (APMB), Rabu (7/8/2019) menggelar aksi unjuk . (Foto/Adi Nembok)

FLORESPOST.co, Ruteng – Ratusan petani kopi, cengkeh, kemiri dan komoditi perkebunan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Petani Manggarai Baru (APMB), Rabu (7/8/2019) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Manggarai dan Kantor Pajak Pratama (KPP) Ruteng.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan APMB ini, merupakan buntut dari polemik antara Asosiasi Pengusaha Hasil Bumi Manggarai (APHBM) dengan KPP Ruteng, terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN)10% yang dibebankan KPP kepada APHBM.

APHBM menilai,PPN 10% tersebut merupakan tindakan kesewenang-wenangan KPP dan sangat merugikan pengusaha. Merasa dirugikan, maka sejak Senin (5/8/2019) hingga kemarin, Rabu (7/8/2019) APHBM sepakat menutup seluruh toko mereka dan tidak lagi membeli hasil komoditi petani. Petani pun dirugikan karena tidak bisa menjual hasil komoditinya.

Disaksikan media ini, dengan menumpang 10 unit kendaraan roda empat, APMB menggelar aksinya di KADIN Manggarai sekitar pukul 09.00 wita. Dalam orasinya APMB menuntut KADIN sebagai wadah pengusaha di Manggarai dan otoritas terkait lainnya untuk turun tangan menyelesaikan polemik antara APHBM dan KPP Ruteng. APMB juga meminta agar PPN 10% tersebut ditinjau kembali sehingga tidak terjadi polemik serupa di kemudian hari dan merugikan petani.

Selain berunjuk rasa di KADIN,APMB juga melakukan aksi serupa di KPP Ruteng. Dalam orasinya, juru bicara APMB Karolus Rudyanto meminta KPP untuk meninjau kembali PPN 10% tersebut atau mencari solusi lain agar para pengusaha pengepul hasil bumi bisa membayar PPN tersebut sehingga aktivitas jual beli dapat berjalan kembali.

“Kami berpikir negara juga tidak menginginkan agar pengusaha sebagai salah satu pilar pembangunan menjadi bangkrut,” tandas Rudi dalam orasinya.

APMB juga mendesak KPP agar segera duduk bersama dengan APHBM, KADIN dan Pemerintah untuk secepat mungkin menyelesaikan polemik ini.

“Jika persoalan ini tidak sesegera mungkin diselesaikan kami meminta Kepala KPP untuk mundur dari jabatannya,” tegas Rudi.

Capai Kata Sepakat

Tuntutan APMB ini disanggupi pihak KPP yang langsung menggelar pertemuan di Kantor KADIN Manggarai. Dalam pertemuan tersebut hadir Kepala KPP Ruteng Marihot Pahala Siahaan, Ketua APHBM Heri Nabit, Ketua KADIN Nico M. Mansyur, utusan dari Pemkab Manggarai yang diwakili Pejabat Sekda Anglus Angkat, Asisten 1 Frans Kakang dan Pimpinan OPD terkait dan utusan dari APMB.

Walau berjalan alot, pertemuan ini akhirnya melahirkan kesepakatan bahwa APHBM akan membuka kembali usaha mereka.

“Mulai besok, Kamis (8/8/2019) kami akan membuka kembali toko kami,” kata Ketua APHBM Heri Nabit.

Namun Heri tidak menjamin jika keputusan untuk membuka kembali toko-toko tersebut adalah keputusan final. Pasalnya, pertemuan antara APHBM, KPP Pratama dan otoritas terkait akan kembali digelar.

“Kalau nanti hasil pertemuan lanjutan itu tetap merugikan kami,ya kami akan melakukan aksi serupa (Tutup Toko-red). Tapi saya harap pertemuan lanjutan nanti bisa menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak,” kata Heri kepada awak media.

Laporan : Adi Nembok
Editor : STO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here