Beranda Ekobis Gubenur NTT Tinjau Pabrik VCO di Waiwadan

Gubenur NTT Tinjau Pabrik VCO di Waiwadan

1.168 views
2
Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon (kiri), Gubernur NTT (Tengah) dan Uskup Larantuka (kanan) usai meninjau pabrik pengolahan minyak kelapa murni atau VCO (virgin coconut oil)milik Keuskupan Larantuka di Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Senin (12/8/2019). (Foto/StanisFlorespost)

FLORESPOST.co, Adonara – Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi pabrik pengolahan minyak kelapa murni atau VCO (virgin coconut oil) milik Keuskupan Larantuka di Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Senin (12/8/2019).

Dalam kunjungannya ini, Gubernur NTT didampingi Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda dan ketua DPRD Flores Timur serta para pimpinan OPD tingkat kabupaten, propinsi, serta para camat dan forkopimda kabupaten Flores Timur.

Saat tiba, Gubenur NTT disambut oleh Uskup Larantuka dan beberpa karyawan pabrik.

Dalam sambutannya sebelum meninjau proses pengolahan minyak kelapa murni, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, gereja sangat berperan aktif bersama-sama dengan pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Maka kehadiran industri ini, sebagai jawaban bagaimana masyarakat mampu meningkatkan potensi perkebunan kelapa di Pulau Adonara,” kata Viktor.

Selanjutnya kata Viktor, tugas pemerintah adalah memfasilitasi agar industri ini dapat berhubungan langsung dengan market (pasaran). Sehingga kata dia, akan menjadi satu kesatuan jejaring bisnis.

“Saya bersyukur ini menajdi stimulus pembagunan industri disini, yang pasti hari ini, berapapun VCO pasti dibeli. Selama saya menjadi Gubernur, Saya paling sensitif mendengar jika hasil panen petani tidak dapat dibeli. Itu Saya marah betul,” tegas Viktor, diringi tepukan tangan seluruh kayarwan dan rombongan.

Kehadiran orang nomor satu di propinsi Nusa Tenggara Timur ini juga menggandeng salah seorang pengusaha asal Jakarta, untuk membeli seluruh VCO yang ada di pabrik tersebut.

Selanjutnya, Gubernur pun langsung meninjau proses pengolahan minyak kelapa murni yang dilakukan oleh para pekerja.

Gubernur tampak mengikuti serius proses pemisahkan buah kelapa dari seratnya yang dilakukan oleh 3 orang karyawan. Kelapa dibawa menuju ke dalam pabrik untuk dipisahkan daging buah kelapa dari tempurungnya. Proses ini dikerjakan oleh 3 orang pekerja dengan bantuan 3 unit mesin pemisah.

“Selain menghasilkan minyak VCO, dari mesin pengolahan juga mengeluarkan ampas dari parutan daging kelapa. Ampas itu kemudian dikumpulkan dan dijemur di halaman pabrik,” demkian penjelasan beberpa karyawan kepada pengunjung.

Penulis : Stanis Tarwan
Editor : Frans Ramli

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here