Beranda Florata News Elar Selatan Tertinggi Masalah Stunting di Matim

Elar Selatan Tertinggi Masalah Stunting di Matim

288 views
0
Foto bersama usai Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Puskesmas Runus tahun 2019 yang diselenggarakan pada Selasa,(13/8/2019). (Foto/Acong Harson)

FLORESPOST.co, Borong – Aksi Konfergensi Stunting di Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Elar Selatan termasuk daerah yang banyak Stuntingnya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Timur, Dokter Surip Tintin, dalam sambutannya saat melakukan rapat koordinasi lintas sektor tingkat Puskesmas Runus tahun 2019 pada, Selasa (13/8/2019) di Puskesmas Runus, Desa Langasai, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (13/8/2019).

“Kecamatan Elar Selatan, termasuk daerah yang banyak masalah Stunting. Saat Saya datang kesini, seharusnya disini tidak ada lagi Stunting, lantaran tanahnya sangat subur, menghasilkan banyak makanan. Ini perlu pengetahuan untuk mengolah, bagaimana membudayakan makanan lokal kepada anak-anak kita,” katanya.

Dikatakannya, program Presiden dan Kementerian Kesehatan saat ini adalah menurunkan angka Stunting. Presiden kata dia, stunting menjadi prioritas utama, sedangkan dari Kementrian Kesehatan, Stunting menjadi Prioritas dan harus menjadi perhatian semua orang.

“Bukan hanya tugas orang kesehatan saja. Warga masyarakat termasuk Camat, Kepala Desa, mari kita bersma-sama berperan memperhatikan masalah ini,  agar kedepannya generasi kita bebas dari masalah stunting,” harapnya.

Ditakutkan dalam masalah stunting tambahnya, adalah bukan soal pendeknya, namun yang dikhawatirkan adalah otak anak yang tidak cerdas. Setiap tahun kata Dia, Manggarai Timur ada 5000 an Ibu hamil, sekian persennya kurus, HB rendah. Ibu dengan HB rendah dan kurus lanjutnya, akan menghasilkan anak yang DBLR (Lahir Berat Badan Lahir Rendah).

Ia menjelaskan anak-anak yang lahir dengan berat badan rendah akan gampang meninggal. Angka kematian Bayi dan Ibu di Manggarai Timur kata Surip masih cukup tinggi.

“Saya sudah berjuang luar biasa kerasnya bersama teman-teman. Namun masih juga stengah mati untuk menekan angka kematian untuk menyelamatkan satu Ibu dalam satu Kampung. Ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Kampung. Ini yang harus dipegang. Bukan hanya tanggung jawab suami dan keluarganya, melainkan tanggungjawab semua kita,” tegasnya.

Diakui Tintin, para Ibu-ibu menjalankan tugas yang sangat mulia, melahirkan masyarakat dan generasi masa depan. Dirinya berharap agar para ibu yang hendak bersalin sebaiknya di tempat yang layak dengan fasilitas yang memadai yaitu di Puskesmas.

“Untuk itu hal pertama yang harus dipupukkan adalah rasa peduli. Saya sudah programkan setiap Desa wajib ada papan Siaga Desa. Itu program saya tahun 2017. Di Borong Papan Siaga Desa sudah terpasang di Desa dan Kelurahan,” tambahnya.

Selain itu kata Tintin, ikatan emosional antara petugas kesehatan dan Ibu hamil masih sangat jauh. Berangkat dari pengalaman kata dia, kebanyakan ibu-ibu yang mau bersalin cenderung lebih menelpon dukun ketimbang petugas kesehatan.

“Saya akan buat program selain Papan siaga Desa  adalah Bidan sahabat Ibu. Bidan harus menjadi sahabat ibu, kalau ibu punya masalah, curhatlah ke Bidan bukan ke Dukun. Sebab, sahabat itu adalah tempat untuk curhat. Inilah program yang harus dikuatkan oleh teman-teman Bidan,” tambahnya lagi.

Tidak Ada Perbedaan Dalam Pelayanan

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Timur, Dokter Surip Tintin, dalam sambutannya saat melakukan rapat koordinasi lintas sektor tingkat Puskesmas Runus, juga menegaskan tidak ada perbedaan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“kalau kita mau maju dalam pelayanan maka kita harus satu hati. Camat dan Kepala Desa tolong bantu teman-teman kami di kesehatan. Kami tak bisa sendiri disini untuk menolong masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Elar Selatan, Stephanus Lamar dalam sambutannya mengatakan, Lembaga ini (Puskesmas Runus-red) ada disini melalui proses perjuangan yang cukup lama. Keterlibatan pemerintah Kecamatan dan desa pada kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan mereka.

“Yang dibutuhkan dalam lintas sektor adalah soal bagaimana komitmen kita bersama untuk meningkatakan dan mempertahankan pelayanan Puskesmas Runus ini, mulai dari status Puskesmas, Lingkungan Puskesmas, maupun pelayanan dari Puskesmas Runus ini,” ucapnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Runus, Maria Susana, Amd. Keb.Menurutnya, hari ini merupakan hari yang bersejarah dimana kegiatan ini dihadiri oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Kepala Seksi Promkes, Kabid P2P Dinkes Matim, Camat Elar Selatan, Kepala Desa dan masyarakat.

“Puskesmas sebagai tulang punggung dalam pelayanan terhadap masyarakat, tentu dengan Kehadiran kita semua dapat  meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah ini,” kata Maria.

Diakui Maria, dengan kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam acara ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap upaya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah ini. Apalagi katanya, Puskesmas Runus baru berjalan kurang lebih 7 bulan. Dalam perjalanannya juga tambahnya, begitu banyak hambatan dan kekurangan yang tentunya membutuhkan sentuhan tangan dan dukungan dari semua pihak.

“Tidak ada gunannya Visi dan Misi Puskesmas  apabila tidak didukung oleh  semua pihak,” tutupnya.

Penulis  : Acong Harson

Editor  : Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here