Beranda Ekobis Ahang Sebut Program Simantri Pemerintah Manggarai Gagal

Ahang Sebut Program Simantri Pemerintah Manggarai Gagal

173 views
0
Suasana Sidang Paripurna. (Foto/Adi Nembok).

FLORESPOST.co, Ruteng – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Manggarai, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangka peningkatan pendapatan petani melalui pendekatan Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI), dinilai proyek gagal oleh anggota DPRD Kabupaten Manggarai  Marsel Nagus Ahang.

Sebab nenurut Marsel Ahang, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai proyek ini, tidak sebanding dengan hasil yang dicapai.

“Menarik sekali tentang peningkatan pendapatan petani melalui pendekatan Simantri. Selama ini kita tahu, Program Simantri gagal,” kata Ahang dalam Sidang Paripurna dewan, Kamis (15/8/2019) di ruang sidang utama dewan.

Ahang menyayangkan keputusan Badan Anggaran (Banggar) Dewan yang kembali mengalokasikan anggaran untuk program Simantri ini.
Dalam sidang ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Pejabat Sekda, Para Asisten dan Pimpinan OPD.

“Sejauh manakah pantauan tingkat keberhasilan dari Tim Banggar, sehingga merekomendasikan kembali bantuan untuk Simantri ini,” tanya Ahang.

Selain itu, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut, Simantri tersebut hanya bisa tanam sayur dan tomat.

“Untuk Holtikultura hanya dua jenis sayur dan tomat. Tahun lalu menelan dana Rp 38 milyar. Coba jelaskan bagaimana perhitungan keberhasilan Simantri,” ujar Marsel.

Menanggapi pertanyaan Ahang, Bupati Deno menjelaskan bahwa Simantri merupakan suatu pendekatan dalam manajemen pembangunan di mana pada prinsipnya untuk menghasilkan sebuah output atau produk, maka dibutuhkan sinergisitas antara OPD baik dari sisi manajemen maupun pembiayaan.

“Bagaimana cara menilai terintegrasi atau bukan. Saya kira bisa kita lihat dari sisi perencanaan, pengawasan, evaluasi, laporan dan pembinaan pada kelompok-kelompok sudah dilakukan semua,” jelas Bupati Deno.

Simantri juga, kata Deno, merupakan bentuk respon positif terhadap pengembangan pariwisata.

“Bagaimana cara mengukurnya, saya kira gampang. Ketika kita mensuplai kebutuhan sayur-sayuran dan buah – buahan untuk hotel-hotel di Labuan Bajo dan dinikmati turis – turis, maka ini bentuk kongkrit  bahwa kita mengambil bagian dalam mendukung pengembangan pariwisata,” urai Deno.

Bupati Deno juga mengatakan bahwa Simantri merupakan salah satu strategi untuk mengubah kultur petani.

“Diujung ini semua bisa dihitung perbandingan antara investasi dan omset. Mengenai investasi untuk program ini, ada investasi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka panjang ada bantuan ternak, green house dan kendaraan. Sementara investasi jangka pendeknya berupa bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan,” jelas Deno.

Deno menambahkan, menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai tercatat omset sampai pada bulan Mei 2019 sebesar Rp 18 hingga 19 milyar.

Penulis : Adi Nembok
Editor: Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here