Beranda Florata News Polsek Reo Amankan Seorang Pria Tanpa Identitas

Polsek Reo Amankan Seorang Pria Tanpa Identitas

362
0
Seorang pria tanpa identitas (berkemeja) saat diperiksa oleh aparat kepolisian Polsek Reo. (Foto/Dok.polisi)

FLORESPOST.co, Ruteng – Kepolisian Sektor (Polsek) Reo, mengamankan seorang pria tanpa identitas pada, Senin (12/9/2019).

Diamankan nya pria ini, berawal dari laporan warga setempat. Kecurigaan berawal saat pria ini tidak dapat menjawab pertanyaan tentang asal usulnya yang ditanyakan oleh salah seorang warga setempat usai pria ini melakuakn sholat di Masjid Nurul Barokah Kedindi.

Menjawab pertanyaan dari warga pun, Pria ini hanya memberikan dengan bahasa isyarat tubuh.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian setempat, tidak ditemukan adanya barang bawaan berbahaya maupun barang – barang terlarang lainya.

Keberadaanya di Reo pertama kali diketahui oleh Musi (40), asal Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kapolsek Reo dan anggota Polsek Reo masih berupaya untuk mencari petunjuk asal usul dan alamat tempat tinggal pria ini dan selanjutnya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai.

Pada Rabu (14/8/2019), pria yang diduga penyandang tuna wicara tanpa identitas ini pun diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai.

Penyerahan tersebut diserahkan oleh Kanit Intelkam Polsek Reo Bripka Oktaf Saidina dengan didampingi oleh Banit Lantas Polsek Reo Bripka Ruslin A. Rajak dan diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Rafael P. Pogor.

Pria yang diduga penyandang tuna wicara ini pun, selanjutnya dibawa ke ke SLB Karya Murni Ruteng untuk mengetahui dan berinteraksi menggunakan bahasa isyarat.

Setelah Diajak untuk berinteraksi oleh staf pengajar SLB pria ini tidak dapat memahami maksud dan tujuan melainkan hanya berdiam diri.

Dari hasil pengamatan Para Staf Pengajar SLB menyimpulkan, pria ini diduga bukan penyandang status tuna netra, karna salah satu ciri tuna netra adalah dapat memahami bahasa isyarat lokal.

Dilihat dari tingkalaku orang tersebut mengalami trauma dan tekanan.

Dari penjelasan oleh Staf Pengajar SLB Karya Murni, Pihak Dinas Sosial langsung menghubungi Dokter Phisikolg dari yayasan Mariamor Pedul Ruteng.

Setelah dr. Phisikolog, Albina Umen melakukan interaksi dengan pria tersebut ternyata pria ini berupaya melabuhi atau menutup diri yang ditandai dengan jawaban dalam bentuk gambar selalu berubah – ubah.

dr. Phisikolog Albina Umen menjelaskan, yang bersangkutan mengalami kecemasan yang begitu besar yang ditandai dengan, pada saat diajak untuk berkomunikasi selalu membuat tingka agar tidak fokus dangan pertanyaan yang diajukan.

“Pemeriksaan maupun obserfasi / pengamatan yang dilakukan terhadap yang bersangkutan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sangat singkat melainkan membutuhkan waktu sekitar 14 hari,” kata Albina Umen.

Setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, Pria ini dititipkan ke Yayasan Karya Bakti, Pusat Rehabilitasi dan Klinik Gangguan Jiwa.

Penulis : Yuga Yuliana
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here