Beranda Florata News Diduga Gunakan Bom Ikan, Seorang Nelayan Asal Reok Barat Ditangkap Polisi

Diduga Gunakan Bom Ikan, Seorang Nelayan Asal Reok Barat Ditangkap Polisi

239 views
0
Kapolsek Kapolsek Reo Ipda Alvian Hidayat, S.Tr.k, didampingi oleh Kacabjari Manggarai Ida Bagus Putu Widnyana, SH, saat melakukan Konferensi pers Kepada sejumlah awak media.

FLORESPOST. CO, Ruteng – Kepolisian Sektor Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur menetapkan tersangka dugaan tindak pidana penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan).

Pelaku bernama KNM alias Kamarudin Ndepek Muhtar (41), nelayan yang berasal dari Kampung Nanganae, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai terbukti memiliki alat bahan peledak ikan.

Kepada sejumlah media Kapolsek Kapolsek Reo Ipda Alvian Hidayat, S.Tr.k, didampingi oleh Kacabjari Manggarai Ida Bagus Putu Widnyana, SH, menyampaikan bahwa dalam penanganan kasus itu, penyidik polsek mengamankan berbagai barang bukti yakni, satu unit perahu, satu unit kompresor merk Donewa, satu jerigen ukuran 20 liter, Satu kacamata Berwarna orange tanpa Merek, satu kacamata selam merek mondial, satu strip obat nyamuk bakar, satu kotak korek api kayu, serbuk api, botol bir berisi serbuk korek api, tiga botol bir yang berisikan sumbu dan detonator.

Dalam penyelidikan terhadap tersangka, Alfian menyampaikan bahwa tersangka mengakui bahwa bahan peledak ini miliknya sendiri, dan selama ini mengebom (ikan) dengan peledak yang dirakitnya sendiri.

“Tersangka ini memang sudah menjadi incaran kami sejak lama, karena memang ada pengaduan dari masyarakat. Saat diinterogasi tersangka memang mengakui bahwa peledak ini semua miliknya dan selama ini memakai cara seperti ini untuk menangkap ikan,” Jelas Alvian.

Lebih lanjut Alfian menjelaskan alasan tersangka KNM mengunakan alat peledak berupa bom peledak ikan untuk memperoleh ikan secara instan dan bisa memperoleh tangkapan hasil ikan lebih banyak, serta disisi lain memiliki keterbatasan kemampuan jika dilakukan penangkapan ikan secara manual atau tradisional.

Terkait dugaan tindak pidana terdebut, KNM melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 atau Pasal 85 ayat 1 Undang-Udang Nomor 45 Tahun 2009 perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setingi-tingginya 20 tahun, serta Pasal 85 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

Alfian juga menyampaikan dampak dari Bahan ledakan yang dirakit oleh KNM, tersebut Jika setiap 0,5 Kg bom dapat menghancurkan 3-5 meter bujursangkar area karang maka dapat diperkirakan kekuatan penghancur pupuk ilegal tersebut yakni : 6,1x 1000 x 2 x 3 m2 = 36.000 m2 sampai 61.000 m2 luas karang yang akan mengalami kehancuran.

“Selain dampaknya yang begitu besar terhadap kehidupan laut, menggunakan bom peledak ini bisa membahayakan nyawa dari si pengguna Bom,” tutur Alfian.

Penulis : Yuga Yuliana
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here