Beranda Florata News Pemda dan Kepolisian Dinilai Inkonsisten Terhadap Perjudian di Ruteng

Pemda dan Kepolisian Dinilai Inkonsisten Terhadap Perjudian di Ruteng

217
0
Ilustrasi judi. (Net/Sindonews)

FLORESPOST. co, Ruteng – Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Manggarai dinilai inkonsisten (tidak taat asas) terhadap perjudian yang terjadi di Ruteng ibu kota Manggarai.

Demikian disampikan ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Yonas Padur kepada Florespost di Ruteng, Kamis (29/8/2019).

Dirinya menilai bahwa perjudian di Lapangan Motang Rua merupakan wujud dari Pemerintah Daerah dan Penegak hukum (Polres Manggarai) yang inkonsisten.

Selama ini kata Yonas, Polres Manggarai gencar melaksanakan operasi dalam rangka memutus mata rantai perjudian di Manggarai. Namun dalam momen pameran, pihak Kepolisian malah memberikan izin untuk melakukan aktivitas judi di Lapangan Motang Rua.

“Permainan ketangkasan bernuansa judi itu tidak relevan dengan pameran pembangunan. Permainan tersebut bertolak belakang dengan semangat pemerintah dan penegak hukum untuk memberantas perjudian. Ini seolah-lah Polres Manggarai justru memupuk keberadaan kelompok judi di Manggarai,” ungkap Jonas.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan yang berlangsung di Lapangan Motang Rua merupakan pameran pembangunan. Dalam momentum pameran pembangunan ini tambah Dia, hal-hal yang dipamer atau dipajang disana adalah berkaitan dengan pembangunan.

“Bukan ruang bagi masyarakat Manggarai untuk berjudi,” tegasnya.

Tanggapan yang sama juga datang dari ketua Komisi A DPRD Kabupaten Manggarai, Bona Onggot.

Bona mengatakan, Bupati Manggarai dan Kapolres Manggarai sengaja melegalkan bentuk perjudian di Pameran Pembangunan yg diselenggarakan di lapangan Motong Rua Ruteng.

Ketua komisi A, yang salah satunya membidangi hukum ini menjelaskan, dalam undang-undang yang berlaku, bentuk permainan ini dikategorikan sebagai bentuk perjudian sesuai yang tertuang dalam penjelasan pasal 1 huruf a, huruf b dan huruf c pada pasal-pasal penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 9 tahun 1981 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

“Dalam pasal 1 huruf b dijelaskan tentang perjudian ditempat tempat keramaian antara lain lempar paser atau bulu ayam, lempar gelang, lempar uang (koin), kim, pancingan, menembak sasaran yang tidak berputar, lempar bola, adalah jenis perjudian, dan karena itu sesuai amanat PP nomor 9 tahun 1981 harus ditertibkan,” jelas Bona.

Lebih lanjut Bona menyayangkan sikap Kapolres Manggarai dan Bupati Manggarai yang memberikan ijin dan melegalkan bentuk perjudian dalam pameran pembangunan di Manggarai, dan menilai Bupati Manggarai dan Kapolres Manggarai sengaja melawan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 9 tahun 1981 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

“Atas dasar hal tersebut saya meminta untuk menghentikan segala bentuk permainan yang masuk dalam kategori perjudian yang diijinkan oleh Kapolres Manggarai dan Bupati Manggarai dalam ajang pameran pembangunan di Ruteng karena kegiatan permainan tersebut melawan hukum,” ungkapnya.

Hal yang sama juga datang Marsel Ahang, anggota DPR Manggarai, yang menyesalkan pihak kepolisian memberikan izin untuk permainan tersebut.

Ia menilai pameran pembangunan yang menjadi agenda tahunan Pemkab Manggarai tak memberikan manfaat apa-apa. Apalagi kata Dia, dengan menghadirkan perjudian berkedok permainan ketangkasan.

Sebagaimana yang diberikan media ini sebelumnya, semarak Penyelenggaraan pameran pembangunan yang beraroma pada adanya dugaan perjudian yang terselubung dalam meramaikan pameran pembangunan di Lapangan Motangrua, Ruteng, Kabupaten Manggarai hingga hari ke enam ini menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan.

Bagaimana tidak Pameran pembangun yang turut sertakan Permainan yang diduga dengan perjudian terselubung tersebut, meresahkan sejumlah pihak sebab sangat tidak relevan dengan pameran pembangunan kemerdekaan RI dengan mottonya SDM unggul, Indonesia Maju.

Permainan yang diduga perjudian itu difasilitasi oleh panitia penyelenggara dan mendapat izin dari Kepolisian Resor (Polres) Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Penulis : Yuga Yuliana
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here