Beranda Florata News Ritual “Teing Hang” Awali Proses Pergantian Nama Dua Kecamatan di Matim

Ritual “Teing Hang” Awali Proses Pergantian Nama Dua Kecamatan di Matim

993
0
Proses ritual adat Teing Hang. [Foto/Yos Syukur/FP]

FLORESPOST. co, Borong – Ritual “Teing Hang,” atau memberi makan untuk para leluhur mengawali proses rencana pergantian nama di dua (2) Kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (30/08/2019).

Proses ritual adat ” teing hang” ini dilaksanakan di Kantor Camat Lamba Leda.

Wacana akan perubahan Kedua Kecamatan ini yakni, Kecamatan Poco Ranaka (Pora) dan Kecamatan Poco Ranaka Timur (Poranti), kembali berubah nama menjadi Kecamatan Lamba Leda Timur dan Kecamatan Lamba Leda Selatan.

Leluhur yang dimaksud adalah para pendahulu, sekaligus pencetus dan pelaku sejarah asal usul Lamba Leda, yang kini menjadi Kecamatan Lamba Leda yaitu Dalu Lamba Leda.

Ritual “Teing Hang” ini, sekaligus memohon restu kepada para leluhur agar segala proses dalam perubahan nama ini tidak mengalami kendala.

Sesuai dengan catatan sejarah leluhur, Kecamatan Lamba Leda batas bagian Selatan, hutan Poco Ranaka, Batas utara laut Flores, batas utara Sambi Rampas dan barat Kali Wae Naong.

Proses sebelum dimulainya ritual “Teing Hang”, Bupati Manggarai Timur didaulat menjadi sulung oleh keturunan dalu Lamba Leda melalui ritual “Kepok Manuk Kapu” (ritual meresmikan Bupati Matim jadi sulung keturunan Dalu Lamba Leda lewat simbol ayam jantan putih).

Didaulatnya bupati Manggarai Timur ini karena berkat jasanya menjadi inisiator upaya perubahan nama Kecamatan Poco Ranaka dan Kecamatan Poco Ranaka Timur kembali menjadi kecamatan Lamba Leda, yang mana Kecamatan Poco Ranaka rencananya menjadi Kecamatan Lamba Leda Selatan dan Kecamatan Poco Ranaka Timur akan menjadi Kecamatan Lamba Leda Timur.

Selanjutnya, dari kantor Kecamatan Lamba Leda, Bupati Matim bersama rombongan dan utusan Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur menuju Mbaru Belek (Rumah Dalu Lamba Leda) untuk mohon doa restu bagi leluhur dan keturunan Dalu Lamba Leda serta bersiara ke kuburan Dalu Lamba Leda.

Usai mendapatkan restu dari keturunan dan leluhur Dalu Lamba Leda, Bupati Matim dan rombongan kembali menuju Kantor Camat Lamba Leda untuk ritual “Teing Hang”.

Salah satu keturunan Dalu Lamba Leda, Marianus Mas Mose, mengatakan, bahwa upaya perubahan nama Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur kembali jadi nama Lamba Leda adalah hal yang positif.

“Kami sangat senang dengan upaya kembalikan nama Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur ke Lamba Leda. Entah Nanti Lamba Leda apa namanya terserah pemerintah,” kata Marianus.

Dikatakannya, hal ini sejalan dengan sejarah bahwa Lamba Leda dengan batas, Len Poco Pene, Laun Tacik, awon Sambi Rampas, Salen Wae Naong (batas Selatan Hutan Poco Ranaka, Batas Utara Laut Flores, batas Utara Sambi Rampas dan Barat Kali Wae Naong).

Ngaji dami kali ga, paka bantang cama reje lele tite kudu cai olos taung nuk di’a dite soo. (Kami berdoa kiranya kita semua sama-sama sepakat untuk segala rencana agar semua niat baik kita dapat terwujud),” harap nya.

Penulis : Yos Syukur
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here