Beranda Florata News Proyek Air Ile Boleng dan Penjarangan Mente, Wabup Tegaskan Tidak Ada PMH

Proyek Air Ile Boleng dan Penjarangan Mente, Wabup Tegaskan Tidak Ada PMH

221 views
0

FLORESPOST.co, Larantuka – Laporan terkait dugaan korupsi penganggaran proyek peremajaan, pemangkasan, dan Penjarangan jambu mete dalam APBD tahun 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur, yang kini telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT pada, Jumat 30 Agustus 2019 lalu, Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli pun angkat bicara .

Wabup Agus Boli mengatakan, proyek Air Ile Boleng dan Penjarangan Mente berlaku azas hukum salus populi supreme lex.

Setelah mengkaji beberapa materi kritik sekaligus laporan ke kejati NTT oleh elemen masyarakat dan menelaah keresahan masyarakat atas sasaran Program air bersih di Kecamatan IIe Boleng dan program penjarangan perkebunan tanaman Jambu Mete di wilayah Flores Timur, Wakil Bupati kembali menegaskan bahwa tidak ada unsur Perbuatan Melawan Hukum(PMH) dan motif Korupsi dalam Kedua program Pemerintahan Anton Hadjon – Agus Boli.

“Kenapa demikian,? Karena perspektif utama dalam dugaan korupsi adalah penelusuran motif dan atau niat para pihak yang di duga pelaku,” kata Agus Boli, kepada media ini, Rabu (4/9/2019).

Dikatakannya, Pemda dalam proses penganggaran sejumlah dana dalam pencapaian Proyek air bersih Kecamatan Ile Boleng, adalah untuk menjawabi kebutuhan utama air bersih masyarakat kecamatan Ile Boleng yang di rindukan sejak jaman nenek moyang mereka. Sedangkan proyek Penjarangan Jambu Mete lanjutnya adalah untuk menjawabi kebutuhan masyarakat akan meningkatnya produktivitas hasil jambu mete.

“Jadi kedua proyek tersebut murni untuk kepentingan rakyat bukan ada motif untuk di korupsi. Unsur kedua dalam dugaan korupsi adalah kerugian negara. Nah dalam kedua proyek ini semua kekuatan dana di arahkan untuk pencapaian kedua proyek ini dan tidak ada kerugian negara di dalamnya. Semuanya di kerjakan sesuai Perencaan resmi dan tidak ada dana siluman di dalam proyek ini,” ungkapnya.

Proyek penjarangan Jambu Mete telah di laksanakan ini kata Dia, berhasil dengan baik. Sedangkan proyek air bersih Kecamatan Ileboleng lanjutnya karena alasan keadaan kahar.

“Maka baru di realisasi dana 20 % di tahun 2018/ 2019 untuk beberapa item pekerjaan sesuai RAB, dan sisanya kembali ke Kas Daerah dan di anggarkan kembali tahun 2020 kelanjutannya,” tambah Wabup Agus Boli.

Agus Boli menambahkan, proses penetapan kedua program ini dalam Peraturan Daerah tentang APBD Flotim dan Perbup Penjabaran APBD telah memenuhi 4 perspektif utama yakni, perspektif filosofis, yuridis, sosiologis dan empiris-ekonomis.

Perspektif Yuridis jelas Agus Boli, proses penetapan anggarannya sudah sesuai undang-udang nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional yang alurnya tambah Dia, di mulai dari visi – misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Perda RPJMD kabupaten Flotim, Perda APBD tahun berjalan, Perbup penjabaran APBD tahun berjalan dan semua mekanisme-alur ini merupakan satu kesatuan Komprehensif, tidak bisa di pisah-pisahkan.

“Walaupun kadang dalam pembahasan Dewan ada perbedaan pandangan soal program berjalan ketika bahas “rancangan” APBD hal itu biasa dan produk akhir resmi adalah Perda APBD secara kelembagaan Dewan dan Pemda. Tidak bisa satu dua pendapat berbeda, lalu itu jadi alasan seolah-olah ada yang tidak menyetujui karena ada persoalan,” katanya.

Soal mekanisme, secara regulatif kedua program dalam Perda APBD ini kata Agus Boli, sudah di lakukan konsultasi, evaluasi Perda APBD oleh Dewan dan Pemda ke Pemerintah Pusat Via Pemrop untuk menguji dua hal Pertama jelasnya, apakah Perda APBD ini bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi dan bertentangan dengan kepentingan umum atau tidak dan semua ini katanya di nilai baik.

Program ini pun lanjutnya, sesuai dengan pendekatan perencanaan botom up yakni ada usulan masyarakat dalam musrembang, pendekatan politis yakni ada dalam misi utama Selamatkan Infrastruktur rakyat, serta tambah Dia, pendekatan teknokrat yakni kajian Pemda bahwa memang di butuhkan rakyat dan terakhir pendekatan top down dari Pemerintah atas.

“Karena itu mari kita dukung program yang sangat baik untuk kesejateraan rakyat ini, karena azas hukum tertinggi kita di republik ini yakni Salus Populi Supreme Lez, kesejateraan rakyat adalah hukum tertinggi sesuai alinea ke – 4 UUD ’45.
Kasus ini pun pernah di lapor di KPK RI dan ketika KPK turun Supervisi dan tidak ada masalah apapun.
Pemerintah butuh sikap kritik-konstruktif, bukan kritik destruktif, demi Lewotana tercinta kita Flores Timur,” tegasnya.

Pemda Terima dengan Ikhlas dan Lapang Dada

Masukan serta sikap kritis yang baik Pemda kabupaten Flores Timur terima dengan hati iklas dan lapang dada.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Agus Boli.
Agus Boli juga menjelaskan, total lahan penjarangan Jambu Mete 1. 400 Ha dan proyek air bersih Ile Boleng tahun 2018/2019 realisasi hanya 20 %, sisanya tambah Dia, tetap di kas daerah dan lanjutkan penganggaran di tahun 2020.

“Soal indikasi kerugian tidak ada, karena BPK RI telah memeriksanya secara reguler dan tidak ada LHP kerugian apapun,” jelasnya.

Soal mekanisme perencanaan, penganggaran tambahnya, sudah sesuai undang-udang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, mulai dari Visi-misi Bupati/Wakil Bupati terpilih sampai pada peraturan daerah Flotim tentang APBD persetujuan bersama dewan dan Pemda dan Perbup Penjabaran APBD yang sudah di asentensi, evaluasi ke Pemerintah Pusat Via Pemprop NTT, untuk melihat dua hal jelasnya, yakni apakah bertentangan dengan aturan yg lebih tinggi dan apakah bertentangan dengan Kepentingan Umum.

“Hasilnya baik dan memenuhi asas regulasi maka di tetapkan resmi dalam Perda APBD Flotim. Untuk di ketahui Proses ke-APBDan itu, satu kesatuan utuh dan tidak bisa di lihat terpisah-terpisah. Dinamika perbedaan pendapat dalam sidang dewan bahas “rancangan” APBD itu dalam rangka musyawarah mufakat pengambilan keputusan kelembagaan persetujuan Perda APBD,” kata wakil bupati Flores Timur.

Penulis : Stanis Tarwan
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here