Beranda Unique Flores Adat dan Seni Budaya Buka FLFT, Bupati Anton: Kita Harus Bangga Menjadi Orang Lamaholot

Buka FLFT, Bupati Anton: Kita Harus Bangga Menjadi Orang Lamaholot

174 views
0
Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon saat memberikan sambutannya sekaligus membuka Festival Lamaholot Flores Timur 2019, di Bantala, Lewolema. (Foto/Stanis FP)

FLORESPOST. co, Larantuka – Kita harus bangga menjadi orang Lamaholot. Semua unsur harus terlibat penuh untuk bersama-sama mempercepat Flores Timur yang sejahtera, sehingga pelaksanaan festival Seni budaya Lamaholot Flores Timur memberikan nilai penting buat masyatakat dari nilai – nilai luhur yang telah diwariskan.

Demikian disampaikan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon dalam sambutannya saat membuka Festival Seni Budaya lamaholot Flores Timur 2019 (FLFT) di lapangan desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Rabu (11/9/2019).

Menjawabi bebagai pernyataan di masyarakat akan event pelaksanaan festival ini, Bupati Anton Hadjon menegaskan akan pentingnya festival tersebut dengan dampak yang akan dihasilkan nanti.

“Dampak dari sebuah festival, tidak segampang membalikan telapak tangan,” katanya.

Bupati Anton menegaskan bahwa, yang paling penting adalah harus tumbuh kebanggaan dari dalam diri setiap orang Flores Timur, yang menyatakan diri orang lamaholot, untuk memuliakan apa yang dimiliki.

“Dari situ baru akan muncul dampak-dampaknya. Dampak itu, ada dampak sosial dan juga dampak ekonomi,” katanya.

Dengan mengenakan Nowi pakaian adat etnis Lewolema, Bupati Anton mengatakan, bahwa pakian yang Ia kenakan itu adalah sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap budaya Lamaholot khusunya budaya di Lewolema.

Oleh karena itu Ia berharap, jika tradisi kebudayaan dijaga dan dilaksanakan secara baik serta menampilkan nilai-nilai seninya, maka secara otomatis akan mengundang banyak orang ke tempat itu.

“Bali itu selain keindahan akan alamnya, tetapi juga terkenal dengan tradisi budaya yang dilaksanakan terus menerus oleh warganya dan menanamkan nilai-nilai tradisi itu ke dalam kehidupan mereka,” jelasnya.

“Kalau kita sendiri tidak berbangga, bagaimana kita dapat melaksanakan dan menerapkan nilai-nilai nya.? Oleh karena itu jangan merasa surut tetapi maju terus. Hal-hal yang menghalangi langkah kita anggaplah itu sebagai tantangan dan memacu kita untuk mempercepat pencapaian dari tujuan-tujuan kita melaksanakan festival ini,” harap nya

Festival Seni Budaya Lamaholot Flores Timur kata nya, merepresentasikan secara prinsip esensi ke Lamaholot an yakni, Pai taan tou (mari jadi satu)!

Pelaksanaan Festival kali ini juga tambahnya akan berlangsung di dua lokasi yaitu di Desa Bantala, Lewolema serta di Kiwang Ona dan Karing Lamalouk di pulau Adonara pada 14 dan 15 September 2019.

Penulis: Tarwan Stanis
Editor: Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here