Beranda Unique Flores Adat dan Seni Budaya Festival Lamaholot, Merawat, Memajukan Seni dan Budaya Flotim

Festival Lamaholot, Merawat, Memajukan Seni dan Budaya Flotim

178 views
0
Festival Lamaholot 2019 logo. (Foto/Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur).

FLORESPOST. co, Larantuka – Festival Lamaholot yang digelar, berkat komitmen dari semua pihak demi menjaga, merawat serta memajukan kesenian dan kebudayaan Flores Timur.

Demikian disampaikan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, Rabu (11/9/2019).

“Festival kali ini mengajak kita semua untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung yang dijaga dengan ritus-ritus dan janji adat sejak zaman lampau,” kata Bupati Anton.

Dijelaskan Bupati Anton, pelaksanaan Festival kali ini berlangsung di dua lokasi yaitu di Desa Bantala, Lewolema pada 11 dan 12 September 2019 serta Kiwang Ona dan Karing Lamalouk pada 14 dan 15 September 2019.

“Ritus-ritus pemersatu seperti Um Baja, Seni Lado, Le’on Tenada, Hedung, Sole Oha dan lain-lain syarat akan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh nenek moyang kita. Karena itu nilai-nilai yang ada sudah semestinya dijaga dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya,” tambahnya.

Dikatakannya, Festival pada tahun ini sejatinya adalah lanjutan dari festival Nubun Tawa 2018 yang lalu. Pada festival kali ini tambahnya, konsep gotong-royong menja di roh yang menggerakkan komunitas-komunitas seni budaya yang ada untuk berkontribusi secara nyata.

Bupati Anton menambahkan, komunitas-komunitas ini terbentuk sejak dan sebelum festival Nubun Tawa 2018 yang lalu, sehingga kata Dia, pemerintah merasa perlu untuk terus mendorong tumbuh-kembang komunitas yang ada. Salah satunya melalui festival.

“Melalui ritus-ritus tersebut kita diingatkan bagaimana seharusnya masyarakat bergotong-royong, saling menolong, saling menghargai satu sama lain dan menjunjung silahturahmi. Sekaligus menjaga tradisi sastra lisan berupa petuah yang disampaikan dalam lantunan pantun dalam tarian Sole dengan berbagai ragamnya seperti Oha, Menolu Aho Bele, Kedari, Lili, Lia-Namang dan lain-lain,” tambah Bupati Anton.

Untuk itu, Bupati Anton Hadjon menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing sudah turut terlibat dalam menyukseskan Festival Seni Budaya Lamaholot 2019.

“Apresiasi juga patut diberikan kepada Dirjen Parisiwata dan Kebudayaan melalui Indonesiana yang telah secara aktif mendorong pelaksanaan festival dengan platform gotong – royongnya. Terima kasih kepada Pemerintah kecamatan Lewolema, Pemerintah kecamatan se-Adonara, para seniman dan budayawan, komunitas-komunitas seni budaya, media massa, instansi/lembaga pendukung serta masyarakat Lewolema, masyarakat Adonara, masyarakat Solor dan semua pihak yang telah bergotong-royong mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan Festival Seni Budaya Lamaholot 2019 ini,” kata Bupati Anton.

Festival Lamaholot Flores Timur 2019

Festival Seni Budaya Lamaholot Flores merepresentasikan secara prinsip esensi ke Lamaholot an yakni: Pai taan tou (mari jadi satu).

Pelaksanaan Festival kali ini berlangsung di dua lokasi yaitu di Desa Bantala, Lewolema pada 11 dan 12 September 2019 serta Kiwang Ona dan Karing Lamalouk pada 14 dan 15 September 2019. Festival kali ini mengajak kita semua untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung yang dijaga dengan ritus-ritus dan janji adat sejak zaman lampau.

Ritus-ritus pemersatu seperti Um Baja, Seni Lado, Le’on Tenada, Hedung, Sole Oha dan lain-lain syarat akan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh nenek moyang. Karena itu nilai-nilai yang ada sudah semestinya dijaga dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya.

Melalui ritus-ritus tersebut, kita diingatkan bagaimana seharusnya masyarakat bergotong-royong, saling menolong, saling menghargai satu sama lain dan menjunjung silahturahmi. Sekaligus menjaga tradisi
sastra lisan berupa petuah yang disampaikan dalam lantunan pantun dalam tarian Sole dengan berbagai ragamnya seperti Oha, Menolu Aho Bele, Kedari, Lili, Lia-Namang dan lain-lain.

Disamping pentas seni yang akan digelar, pada tanggal 13 September 2019 juga dilaksanakan Serasehan di Kota Larantuka dengan mengambil tema, MEMBACA KEMBALI KE-LAMAHOLOT-AN MELALUI FESTIVAL SENI BUDAYA LAMAHOLOT 2019, Serasehan ini akan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB- Bali) serta juga menghadirkan narasumber-narasumber dari Flores Timur.

Penulis : Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here