Beranda Unique Flores Adat dan Seni Budaya Pemkab Flotim Berkolaborasi dengan Platform Indonesiana dalam Festival Lamaholot

Pemkab Flotim Berkolaborasi dengan Platform Indonesiana dalam Festival Lamaholot

114 views
0
Staf Ahli Hubungan Pusat dan Daerah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. James Madaw, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI foto bersama Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, Kepala Dinas Pariwisata Flotim Apolonia Korebima dan Raja Larantuka. (Foto/StanisFP)

FLORESPOST. co, Larantuka – Pemerintah kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur kali ini tengah menjajaki kerjasama dengan Platform Indonesiana di bawah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia.

Kerjasama yang tengah dijajaki ini terkait dengan dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah dalam bentuk event kegiatan.

Hal ini berkat prestasi Kabupaten Flores Timur yang pada tahun 2018 lalu sukses menggelar festival Nubun Tawa. Kemendikbud RI pun, melalui platform Indonesiana, kemudian mendukung penyelenggaraan kegiatan yang bersifat pelestarian seni budaya di Festival Lamaholot Flores Timur 2019.

Flores Timur juga merupakan satu dari 20 kabupaten di Indonesia yang didukung oleh Platform Indonesiana untuk menyelenggarakan festival seni dan budaya.

Pada acara pembukaan Festival Lamaholot Flores Timur 2019, Rabu (11/9/2019) kemarin, Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Platform Indonesiana yang telah bersama-sama berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Indonesiana

Indonesiana adalah program khusus Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari pelaksanaan Undang-undang Nomer 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, terutama aspek penguatan ekosistem kebudayaan melalui penciptaan landasan bersama atau platform gotong-royong antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah bersama pemangku kepentingan di masyarakat seperti komunitas, kelompok, organisasi maupun individu pelaku seni-budaya.

Landasan bersama tersebut dibangun sebagai wahana konsolidasi untuk penguatan ekosistem kebudayaan melalui peningkatan, pengembangan standar tata kelola festival di daerah-daerah. Festival seni dan budaya adalah manifestasi dari rangkaian kerja kebudayaan yang mencakup dimensi kreativitas, wahana pelindungan, penyebaran dan pertukaran nilai dan pengetahuan, fasilitasi komunitas budaya dan kegiatan pembinaan kebudayaan lainnya.

Festival sebagai puncak dari rangkaian kerja kebudayaan dapat dilihat pada kebiasan dalam masyarakat tradisional maupun puncak rangkaian kerja kebudayaan di masyarakat pada umumnya sebagai wahana pengembangan karya cipta budaya secara luas. Hal itu inheren dengan karakteristik sosiokultural Indonesia yang beragam. Keragaman sebagai kekayaan budaya Indonesia itu tercermin pada berbagai festival seni dan budaya yang sudah ada. Tapi, seringkali festiva-festival tersebut dikelola secara terpisah-pisah, sehingga harus diletakkan di atas landasan yang terkonsolidasi dengan baik.

Indonesiana adalah landasan atau platform bersama untuk mengoptimalisasi sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga terkait, lembaga filantropi, komunitas-komunitas dan para pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional maupun internasional, dengan fokus utama peningkatan kualitas manajemen, peluasan akses dan penguatan jejaring budaya, fasilitasi pertukaran budaya (silang budaya) yang kreatif dan produktif di tataran lokal, regional, nasional dan internasional. Juga distribusi pengetahuan dan pengembangan Sumber Daya Manusia pengelola kebudayaan yang berkualitas di seluruh Indonesia, serta peluasan jaringan budaya dari para pelaku seni-budaya secara umum.

Untuk mencapai hal itu disusun berbagai bentuk pendukungan, di antaranya (1) dukungan perencanaan, (2) dukungan pendanaan, (3) pengembangan SDM pengelola festival, (4) penguatan kerja kuratorial (5) pengembangan dan penguatan manajemen produksi, (6) perluasan jaringan budaya tingkat nasional dan internasional, (7) promosi, publikasi dan kehumasan.

Dengan landasan kerja bersama yang berazas gotong royong guna membangun ketersambungan pengelolaan kebudayaan, diharapkan terjadi penguatan ekosistem kebudayaan secara luas sehingga dapat berlangsung kehidupan budaya yang sehat dan berkualitas, terutama proses kreativitas budaya dari bawah, baik yang bertopang pada khazanah budaya yang sangat beragam sebagai bagian dari tata sosio-kultural masyarakat penyangganya maupun berbagai karya cipta kebudayaan baru. Juga proses pengembangan nilai-nilai dan pengetahuan yang bertumpu pada kekayaan budaya lokal dalam proses interaksi dan pertukaran budaya di ranah nasional maupun internasional.

Indonesiana adalah salah satu pengejawantahan agenda Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran melalui kebudayaan. Azasnya: gotong-royong agar Indonesia terus bergerak menyatu dengan kuat untuk memperluas ruang-ruang kebhinekaan dalam semua lini kehidupan. Keberagaman tidak ada artinya tanpa rekatan persatuan dan kebersamaan. Yakni kesatuan dalam keberagaman budaya menuju Indonesia baru.

Penulis : Tarwan Stanislaus
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here