Beranda Florata News Kebakaran di Ile Mandiri Berpotensi Banjir Bandang

Kebakaran di Ile Mandiri Berpotensi Banjir Bandang

197
0
Inilah kondisi Ile Mandiri diselimuti kabut asap. (Foto/StanisFP)

FLORESPOST.co, Larantuka – Kebakaran yang terjadi di puncak Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang terjadi sejak 16 September 2019 lalu, berpotensi akan menimbulkan banjir bandang menimpa kota Larantuka.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli kepada media ini, Rabu (18/9/2019).

“Kota Larantuka ini kan kota Pantai yang terletak langsung di lereng dan kaki Ile (gunung) Mandiri karena itu rentan banjir,” kata wakil Agus Boli.

Dijelaskannya, potensi banjir bandang dan longsor berdampak besar. Karena kata Dia, dengan terjadinya kebakaran hutan, hutan akan semakin gundul.

“Kebakaran hutan, hutan jadi gundul. Sehingga air hujan dan banjir bisa terjang kota ini kapan saja,” katanya.

Wabup juga mengingatkan bahwa, peristiwa ini jangan dianggap hal yang sepele. Selain berdampak buruk pada kerusakan habitat hutan juga kata Dia, menjadi ancaman bagi masyatakat akan datangnya banjir dan tanah longsor.

“Kita perlu waspada, siaga satu tiga bulan ke depan pada saat musim barat. Potensi Longsor dan banjir bandang akan menimpa Kota Larantuka. Dikhawatirkan akan seperti peristiwa kelam 27 Februari 1979 dan tahun 2003 silam, yang begitu banyak menelan korban, harta benda maupun nyawa manusia,” katanya.

Ikut Melakukan Pemadaman

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli turut serta dalam aksi pemadaman di puncak Ile Mandiri, Selasa (17/9/2019) kemarin.

Bertindak selaku koordinator aksi pemadaman, berhasil memadamkan salah satu titik api di area tersebut.

Setelah selesai melakukan aksi pemadaman kebakaran, Wabup kemudian memberi arahan umum di Puncak gunung Ile Mandiri kepada semua tim.

“Saya juga sudah keluarkan surat kepada camat Larantuka, Ilemandiri dan Lewolema beserta seluruh Lurah dan Kades, untuk menggerakan semua elemen masyarakatnya naik ke gunung kita padamkan api dengan cara sederhana, tapi efektif, yakni cukup dengan parang dan kayu untuk buatkan kanal atau jalur pisah antara area yang sudah terbakar, dan belum agar api jangan merembes luas,” jelasnya.

Penulis : Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here