Beranda Florata News Warga Satar Peot Keluhkan Persediaan Air Bersih

Warga Satar Peot Keluhkan Persediaan Air Bersih

197
0
Alfonsius Darus, waega Satar Peot Borong. (Foto/AcongFP)

FLORESPOST.co, Borong – Warga kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur, mengeluhkan persediaan pelayanan air minum bersih yang ada di daerah itu.

Masyarakat juga keluhkan atas ketidaksesuaian pembayaran denda dan pelayanan air yang didapati oleh masyarakat.

“Air tidak lancar tetapi denda akibat keterlambatan pembayaran selalu di tagih oleh petugas,” kata Alfonsius Darus, kepada Florespost, Rabu (18/9/2019).

Warga Satar Peot ini juga mengatakan, Badan Layanan Umum Sistem Penyediaan Air Minum ( BLUD SPAM ) selalu menagih denda kepada pelanggan dengan hitungannya per hari Rp. 2000 ribu rupiah. Bahkan kata dia, dalam sebelum air hanya mengalir sekali atau dua kali saja.

“Saya heran sekali dengan pelayanan BLUD SPAM ini. Kami selama ini tidak pernah menikmati baik air dari air minum ini,” kata Alfons.

Lebih parahnya lagi kata dia, denda terus diberlakukan walau air tidak keluar setiap harinya.

Oleh karena itu, sebagai pelanggan dirinya meminta agar BLUD SPAM harus transparan dan selalu terbuka terhadap masyarakat atas tidak lancarnya pelayanan ini.

“Karena kalau tidak, kami akan meminta ganti rugi juga atas denda itu. Mereka (BLUD SPAM) minta denda 2000 ribu rupiah perhari karena terlambat melakuakan pembayaran. Bagaimana kalau airnya tidak jalan setiap hari bahkan berbulan-bulan,” tegasnya.

Ia mengharapkan agar pihak BLUD SPAM bersama pemerintah setempat melakukan sosialisasi kepada pelanggan.

“Harapan kami terhadap pelayanan, agar perlu adanya sosialisasi kepada pelanggan, agar ke dua bela pihak melakukan kesepakatan bersama terkait dengan denda pelanggan yang diberlakukan oleh BLUD SPAM. Jika air tidak keluar apakah denda itu diberlakukan atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Fransiskus Y. Aga. Pejabat keuangan dan umum BLUD SPAM yang dikonfirmasi Florespost mengakui bahwa hampir dua minggu ini adanya kendala pelayanan di wilayah Peot untuk beberapa segmen.

“Hal ini terjadi karena ada ulah masyarakat yang merusak pipa transmisi di hutan Rana Mese, Wae Reca Barat, Lehong dan Gang Flobamor Kembur,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya dalam minggu ini sudah berulang kali memperbaiki jaringan pipa transmisi yang rusak, namun tambah Dia, pada saat petugas peluang, pipa itu kembali dirusaki oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan benda tajam.

“Ini penjelasan soal kemacetan pelayanan. Tapi untuk Peot, tidak pada semua pelanggan hanya segmen tertentu yg membutuhkan tekanan tinggi. Contoh wilayah peot belakang SMP Negeri 1 Borong.

Terkait denda, Fransiskus menjelaskan, denda dikenakan kepada pelanggan seperti denda administratif atas keterlambatan pembayaran rekening air atas bulan yg telah berlalu, atau atas air yg telah digunakan, bukan pada rekening bulan berjalan atau yang sedang berlangsung pelayanannya.

“Saya pribadi dan lembaga sangat senang karena ada teman-teman yang bersedia membantu untuk memberikan informasi tentang pelayanan. Kami juga sesungguhnya kesulitan karena belum semua info pelayanan bisa sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Penulis : Acong Harson
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here