Beranda Headline Diduga Penganiayaan Berujung Maut, Keluarga Nelson Laporkan Tim Buser ke Polres Manggarai

Diduga Penganiayaan Berujung Maut, Keluarga Nelson Laporkan Tim Buser ke Polres Manggarai

888
0
Rombongan keluarga Nelson saat di ruangan Propam. (Foto/ Yuga Yuliana)

FLORESPOST.co, Ruteng – Keluarga almarhum Frederik G. Nengkong ( Nelson ) mendatangi kantor polres Manggarai, untuk melaporkan oknum anggota buru sergap (Buser) Polres Manggarai yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia.

Rombongan anggota keluarga remaja asal Rai, Desa Rai, Kecamatan Ruteng itu mendatangi Mapolres Manggarai dengan didampingi dua orang pengacara mereka.

Kedua pengacara dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Manggarai itu, masing-masing, Ana Margareta Bota Lewar dan Silvianus Hadu.

Ana Margareta Bota Lewar kepada wartawan di Mapolres Manggarai mengaku, pihaknya datang untuk melaporkan dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polisi terhadap almarhum Nelson dan kedua temannya

Tampak dalam rombongan keluarga tersebut, kedua teman almarhum yakni, Valiranu Teto dan Agustinus Rivaldo Minangkas

“Itu terkait dengan (dugaan) penganiayaan oleh oknum Polisi (anggota Buser). Untuk sementara itu masih ada dua orang oknum,” terang Ana.

Dikatakan Ana, pihaknya bersama keluarga korban, melaporkan seputar dugaan penganiayaan terhadap tiga orang anak tersebut oleh oknum anggota Polisi dari Polres Manggarai.

“Jadi kebetulan yang satunya itu meninggal. Cuman kita tidak tahu meninggal itu karena apa, tetapi sebelum meninggal itu kan ada keluhan (sakit) dari anak itu. Kemudian dua lainnya ada keluhan juga, mereka mengeluh badan mereka sakit – sakitan, terdapat memar juga. Kemudian, di belakang itu ada satu anak masih bekas pukulan sampai sekarang,” terang Ana.

Selain oknum anggota Polisi, turut dilaporkan juga oleh anggota keluarga korban adalah Yulti, seorang pemilik kios di wilayah Cancar, Kecamatan Ruteng. Yulti diduga terlibat melakukan aksi penganiayaan terhadap ketiga remaja tersebut.

“Tentu kami lapor juga saudari Yulti, karena menurut keterangan anak anak, dia juga turut menampar ketiga anak yang sudah mencuri di kios miliknya,” tutur ana.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Wira,saat dihubungi media ini mengatakan bahwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota buser terhadap pelaku pencurian tidaklah benar.

“Tidak benar, hasil pertemuan dengan ibu direktur rumah sakit umum dan dokter Vian yang menangani pasien Frederik, yang bersangkutan mengalami sakit seluitis berat dan sepsis berat,” tegar Wira.

Menurut keterangan dokter yang nenangani korban tegas Wira, korban (almarhum-red) sebelumnya mengalami sakit dan tidak pernah diobati.

“Keterangan dokter mengatakan bahwa pasien sudah mengalami sakit sejak lama, namun tidak pernah diobati, sehingga merambat ke seluruh tubuh dan mengakibatkan kulit kemerahan dan mengeluarkan nanah sampai trombositnya turun,” tegas Wira kepada Wartawan.

Laporan : Yuga Yuliana
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here