Beranda Pilkada Pikada Manggarai, Ini yang Dilakukan Hery Ngabut Jika Jadi Wabup

Pikada Manggarai, Ini yang Dilakukan Hery Ngabut Jika Jadi Wabup

170
0
Heribertus Ngabut. (Foto/Ist)

FLORESPOST.co, Ruteng – Heribertus Ngabut, Jumat sore (4/10/2019) sekitar pukul 16.30 Wita, mendaftarkan diri ke DPD Partai NasDem Kabupaten Manggarai sebagai Bakal Calon Wakil Bupati.

Kepada wartawan di Sekretariat NasDem Heri mengatakan jika rakyat menghendaki dirinya menjadi Wakil Bupati Manggarai, maka hal penting yang akan dilakukanya adalah memperkuat birokrasi.

Hal ini penting kata Dia, karena birokrasi merupakan otak atau perancang sekaligus eksekutor. SDM aparatur juga tambahnya harus dibenahi.

“Dia yang merancang sekaligus eksekutor. Visi misi ada, RPJMD ada, renstra juga ada. Saya selaku ASN saya mengerti itu. Maka tukangnya ada pada pimpinan OPD untuk memastikan bahwa visi misi seorang bupati dijalankan,” kata Kaban Kesbangpol ini.

Pimpinan OPD juga harus menginspirasi uang-uang dari pusat melalui PAD, artinya pimpinan juga harus berusaha mendapatkan uang melalui pajak dan retribusi sepanjang ada potensi.

Terkait masalah sampah yang menjadi sorotan belakangan ini, Heri menyebut jika itu menjadi tanggung jawab bersama.

“Siapa yang urus sampah, ya pemilik sampah. Bahwa ada bagian yang menjadi intervensi pemerintah melalui OPD saya juga sepakat, supaya saling mendukung,” katanya.

Intervensi pemerintah dalam menangani masalah sampah, lanjut Heri, adalah menyiapkan bagian yang tidak bisa dibuat oleh rakyat, maka ada sinergitas di sana. Pemerintah juga harapnya harus dekat dengan rakyat sehingga ada chemistry.

Terkait pencalonan dirinya sebagi Wabup akan berdampak pada pecahnya dukungan keluarga mengingat ada Balon lain yang masih memilikii hubungan keluarga dengan dirinya, mantan Kepala Satpol PP menilai hal itu biasa saja dan biarkan itu berproses. Politik juga menurut dia adalah ruang berekspresi.

“Kalau ada keluarga yang mengambil bagian dalam pentas ini. Bagi saya secara personal itu ruang berekspresi. Bahwa kemudian suatu ketika orang menyayangkan keadaan ini, karena diduga bahwa kalau keluarga sama-sama maju, suara (dukungan) pecah. Tidak masalah, saya jalan saja. Kita sama-sama punya kajian tentang kekuatan, kelemahan,” katanya.

Laporan : Adi Nembok
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here