Beranda Olahraga Liga Bola di Adonara Gairahkan Ekonomi Hingga 7 Miliar

Liga Bola di Adonara Gairahkan Ekonomi Hingga 7 Miliar

489
0
Bola kaki. (Foto/Net)

FLORESPOST.co, Larantuka – Liga bola yang sedang bergulir di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) gairahkan ekonomi hingga Rp 7 miliar.

Keuntungan yang didapat dalam penyelenggara ini bersumber dari penjualan karcis penonton dan biaya parkiran berjumlah 1,5 miliar, transportasi penonton 1 miliar. Sedangkan dagangan berupa rokok, minuman, makanan ringan dan lain-lain diperkirakan mencapai 5 miliar.

Turnamen baik futsal, bola kaki dan volly ini digelar di beberapa desa di pulau Adonara seperti, pertandingan bola kaki desa Nelelamawangi kecamatan Ileboleng, PAMRI Cup di desa Riangduli Kecamatan Witihama dan Liga Waiwadan perebutkan Wakil Bupati Cup di desa Waiwadan Kecamatan Adonara Barat. Sedangkan total klub yang bertanding ditiga turnamen bola sepak ini 234 klub.

Sedangkan untuk turnamen bola volley di gelar di Desa Niha One, Kecamatan Ileboleng dan desa Saosina, kecamatan Adonara Timur.

Untuk pertandingan bola futsal digelar di desa Bungalawan, kecamatan Ileboleng, desa Lamahala Jaya, kecamatan Adonara Timur, desa Lamapaha di Kecamatan Kelubagolit dan Desa Pledo kecamatan Witihama.

Berdasarkan Laporan Panitia Penyelenggara

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli saat menutup Turnamen Bola kaki Liga SMPN Ileboleng di desa Nelelamawangi, kecamatan Ileboleng mengatakan, semua penghasilan dari semua turnamen ini berdasarkan laporan panitia dimasing-masing turnamen.

“Saya datang tidak sekedar membuka atau menutup berbagai turnamen ini, tetapi juga mengecek panitia, kira-kira berapa putaran dan total uang selama event tersebut. Total uang selama turnamen ini capai 7 miliar. Ini kan luar biasa gairah ekonomi masyarakat yang di picu olahraga bola.,” katanya.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli
Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli

Bahkan di Waiwadan tambah Agus Boli, para pedagan ikan mengaku dagangannya laku terjual melampui target pada saat pertandingan bola.

“Penonton selalu beli ikan ketika pulang nonton bola,” kata Wabup Agus Boli dalam sambutan penutupannya.

Itu artinya kata Agus Boli, turnamen bola tidak saja menjadi sarana hiburan, cetak atlit dan sebagai ajang untuk bersilahturahmi sosial saja tetapi sudah bergerser ke arah lokomotif ekonomi.

“Karena itu ke depan diatur dengan baik, yang terpenting hindari kerusuhan dalam pertandingan,” harap Agus Boli.

Laporan : Tarwan Stanis
Editor : Frans Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here