Beranda Opini Opini | Sumpah Pemuda dan Krisis Moralitas Pemuda

Opini | Sumpah Pemuda dan Krisis Moralitas Pemuda

448
0
Gun Ndarung. (Foto/, Dokpri)

Oleh : Gundisalvus Ndarung

Hari sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dalam kongres pemuda ke 2 di Batavia(Jakarta). Dalam sumpah pemuda itu, para pemuda pada zaman itu bertekad untuk sebuah cita cita persatuan bangsa. Cita cita tersebut tercetus dalam isi sumpah pemuda yakni ” bertanah air satu yaitu tanah air Indonesia, berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia, berbahasa satu yaitu bahasa indonesia”.

Hari bersejarah ini sangat berarti dan bermakna bagi keberadaan pemuda Indonesia di setiap zamannya.

Bagaiman tidak, bayangkan saja pada zaman itu, bangsa Indonesia dalam keadaan terjajah oleh bangsa lain, yang artinya menurut saya, sedikit sekali kesempatan untuk mengangkat cita cita persatuan demi kemerdekaan.

Hal ini tentu saja sangat rumit. Namun kenyataan itu dibantah oleh sikap pemuda pemuda Indonesia pada zaman itu, dan mereka bersih keras atas kerinduan untuk persatuan dan kesatuan bangsa, maka terbentuklah kongres pemuda kedua di Batavia yang didalamnya mengangkat sumpah pemuda pada saat itu.

Keadaan Pemuda Setiap Tahunnya

Di setiap tahunnya, pemuda kita memiliki peradaban dan perubahan pesat seiring berjalannya waktu dan perubahan. Pemuda pada masa kini memiliki kecendrungan ingin hidup sendiri sendiri. Artinya, sangat kontraversi dengan cita cita pemuda pada zaman deklarasinya sumpah pemuda pada tahun 1928 silam.

Faktor yang mempengaruhi karakter pemuda masa kini

Persatuan yang merupakan cita cita pemuda saat ini sangat ditinggal jauh dan kurang diminati. Disebabkan oleh faktor faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah pengaruh teknologi yang hadir pada saat pemuda kita belum siap.

Kehadiran teknologi sering diartikan salah oleh pemuda masa kini. Semisal, salam menggunakan teknologi internet akun media sosial. Penggunakan teknologi yang sering disalah arti juga berdampak pada perpecahan bangsa. Sering kita jumpai beberapa khasus di tanah air ini disebabkan oleh salah menggunakan media sosial. Yang sebenarnya penggunaannya baik, tetapi sering dipakai untuk memprovokasi, menghujat, menghina dan menebar kebencian bagi sesama.

Kalau keadaan ini sering terjadi, tidak kah itu mengancam persatuan dan kesatuan kita?

Moralitas pemuda

Kenyataan pemuda pada saat ini apabila dilihat dari kejadian yang sering terjadi tentu didominasi oleh moral yang kurang terpuji.

Dimana sering kita jumpai pelaku kriminal itu sendiri adalah pemuda. Seperti khasus fitnah seperti khasus menebar kebencian, khasus tawuran pelajar, khasus pembuangan bayi, dan lain sebagainya. Dilihat dari khasus yang sering kita jumpai ini, tentu banyak penilaian terhadap keberadaan pemuda kita pada zaman ini.

Berdasar kenyataan itu, krisis moralitas merupakan penyakit yang kita sedang alami. Yang kita alami saat ini.

Sebagai bahan renungan, pemuda pada masa kini sudah menikmati kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita. Dalam sejarah kemerdekaan kita terdapat peran penting pemuda dalam mengupayakan lahirnya persatuan bangsa yang harus kita pertahankan secara mati- matian.

Jangan ada lagi tawuran, saling menghina, saling menebar kebencian yang menimbulkan perpecahan bangsa. Hargailah perjuangan pemuda yang mengangkat sumpah pemuda tahun 1928 dengan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” Jakarta 28 Oktober 1928.

*) Catatan Redaksi : Opini kolom ini adalah tulisan pribadi penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost. co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here