Beranda Florata News PUPR Matim Laksanakan Pembekalan Tenaga Kerja Kontruksi

PUPR Matim Laksanakan Pembekalan Tenaga Kerja Kontruksi

137
0

FLORESPOST.co, Borong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) melalui dinas PUPR melaksanakan pembekalan dan sertifikasi tenaga kerja kontruksi yang ada di wilayah itu.

Kegiatan ini dilakukan dengan maksud menyediakan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan ahli guna menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. Proses sertifikasi ini dilakukan terhadap para pekerja proyek jalan lintas luar Borong di kelurahan kotandora Selama 5 November 2019.

Staf Bidang Bina Teknik, Bina Konstruksi, Dinas PUPR Matim, Manseltus Nante, dalam kesempatan itu menjelaskan, kegiatan sertifikasi ini berlangsung selama tiga hari.

Menurutnya, maksud dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi para pekerja konstruksi sehingga mereka dapat mengerjakan infrastruktur yang berkualitas, tepat biaya, dan tepat waktu.

Dijelaskan, terciptanya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan modal utama dalam pekerjaan konstruksi, disamping teknologi, capital, material dan modal usaha. “Efisiensi dan kualitas infrastruktur dapat tercapai salah satu faktor kunci adalah sangat tergantung dari kehandalan kompetensi SDM konstruksi,” jelas Manseltus.

Peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, lanjutnya, merupakan keharusan untuk menjamin tidak terjadinya kegagalan bangunan atau konstruksi. “Ini sesuai amanat Undang Undang Nomor 2 tahun 2017, tentang jasa konstruksi,” kata Manseltus Nante.

Manseltus menyebutkan, kegiatan ini diikuti 75 orang peserta. Target atau sasaran yang dicapai dalam pengadaan pekerjaan fasilitas sertifikasi ini adalah peningkatan keahlian tenaga kerja yang kompeten. Ini sangat diperlukan untuk mengatasi kemungkinan kegagalan pembangunan,” katanya.

Para instruktur, lanjut Manseltus, akan melakukan on job training sekaligus assesment oleh assesor dari LPJK NTT. “Perlu diingat bahwa mulai tahun depan, kontraktor kalauu mau ikut tender, harus memiliki sertifikat tukang/pekerja bangunan. Sehingga disini posisi tawar tinggi dari para pekerja. Baik itu kerja konstruksi untuk proyek APBN, APBD, maupun dana desa,” ungkap Manseltus.

Menurut Wiji Putra, salah satu staf Balai Bina Konstruksi Kementerian PUPR Wilaya IV Surabaya, kalau dalam pengerjaan proyek, pekerja harus di sertifikasi karena sangat berpengaru terhadap kualitas kerja.

“Pekerja harus sesuai keahlian dan keterampilan, contohnya saya ahli pasang bata lalu suru saya kerja pasang baja pasti ga bisa kan oleh karena itu harus sesuai ahlinya”

Ia menambahkan bahwa berdasarkan arahan dari kementerian PUPR, semua pekerja harus bersertifikat.

Terpantau dari papan informasi, proyek dengan nama paket pekerjaan peningkatan jalan luar Kota Borong itu dikerjakan oleh kontraktor CV Chavi Mitra

Selain itu, konsultan perencana yakni CV Graha Duta Lehong dan konsultan pengawas CV Nifunua Consultan.

Nilai proyek ini sebanyak Rp 3.017.082.000,00 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Laporan : Acong Harson
Editor : Tarwan Stanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here